Breaking News:

Nelayan di Toboali Tenggelam

Basarnas Siapkan Peralatan Medis dan Mobil Ambulans, Jika Nelayan yang Hilang di Laut Ditemukan

Pencarian terhadap Kambia (51), seorang nelayan asal Desa Kumbung hingga kini masih berlanjut setelah sempat dihentikan.

Ist/Basarnas Babel
Tim SAR Gabungan, lakukan penyisiran guna mencati nelayan cumi yang terjatu di perairan Tanjung Sangkar, Toboali, Bangka Selatan. Senin (12/10/2020) 

Namun dalam pencarian mengalami hambatan, dikarenakan titik pertama diduga tenggelam berbeda dari kemarin.

"Ada sedikit kendala dilokasi, berdasarkan informasi yang digali ada sedikit perbedaan lokasi untuk hari ini dan kemarin. kemungkinan ada pergeseran saat korban melakukan pencarian cumi," ungkap Fazzli, Senin (12/10/2020) kepada Bangkapos.com.

Lebih lanjut, Fazzli mengatakan, selain lokasi mengalami pergeseran, cuaca disekitar pencarian juga tidak mendukung, saat ini di lokasi mengalami hujan.

"Kita bersama nelayan melakukan penyisiran sekitar luas area pencarian ± 4.39 Nm persegi, dari tempat diduga korban terjatuh. Kami menggunakan perahu karet dan kapal nelayan, kendala yang di hadapi saat ini cuaca cendrung hujan," ungkapnya.

Menurutnya, pengaruh cuaca ini sangat menghambat pencarian. Jika belum menemukan korban pencarian akan digelar selama tujuh hari sesuai standar operasional prosedur (SOP) SAR Basarnas.

Sampai saat ini Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Basarnas, Polair Basel, TNI AL, BPBD Basel, Damkar Basel, perangkat desa setempat dan Nelayan Setempat masih berupaya untuk segera menemukan korban.

Sebelumnya diberitakan Seorang nelayan di Bangka Selatan dikabarkan terjatuh dari Kapal, diduga tenggelam di Perairan Tanjung Sangkar Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (11/10/2020)

Nelayan yang dikabarkan hilang itu bernama Kambia (51) warga Trans, Toboali, Bangka Selatan.

Sebelumnya, Kambia bersama temannya Dimas, pergi mencari cumi di perairan Tanjung sangkar Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun, pada pukul 05.00 WIB, kapal yang mereka tumpangi diterjang ombak, sehingga mengakibatkan Kambia jatuh dari sampannya dikarenakan cuaca buruk dan hujan.

Kepala Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang (Basarnas Babel) Fazzli mengatakan informasi itu disampaikan oleh Devan selaku Sekdes Tanjung Sangkar, kepada Basarnas.

Mendapat informasi itu, Fazzli membuka Operasi SAR Gabungan guna mencari keberadaan korban tenggelam. Namun hasil pencarian hari ini belum membawakan hasil.

(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan/Yuranda)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved