Breaking News:

Gabungan Aliansi yang Mayoritas Berbasis Agama Akan Demo Tolak UU Cipta Kerja, Direncanakan Besok

Setelah pekan lalu buruh dan mahasiswa yang melakukan aksi massa tersebut, kini giliran aliansi bernasis agama yang akan melakukannya

Twitter.com/@donnyrgpratama
Nabila Syadza alias Ka Sasa, mahasiswi yang viral di tengah demo UU Cipta Kerja karena mengubah kata Pancasila jadi Pancasalah saat berorasi. 

Gabungan Aliansi yang Mayoritas Berbasis Agama Akan Demo Tolak UU Cipta Kerja, Direncanakan Besok

BANGKAPOS.COM - Setelah pekan lalu buruh dan mahasiswa yang melakukan aksi massa tersebut, kini giliran aliansi bernasis agama yang akan melakukannya.

Gabungan aliansi, yang mayoritas berbasis agama, pada Selasa 13 Oktober, memastikan akan turun ke jalan untuk memprotes Undang-undang Cipta Kerja.

Aksi unjuk rasa dimotori oleh Ormas Front Pembela Islam, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, PA212 dan puluhan ormas lainnya.

Dalam poster resmi yang dibagikan di akun HRS Center, aksi akan dilakukan serempak di seluruh Indonesia pada 13 oktober mendatang.

Baca juga: Wanita Lain Siap Tikung Rizky Billar ? Lesty Kejora Langsung Tak Terima: Dedek Calonnya Mah

Gabungan aliansi menamakan diri sebagai Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI).

Sementara, di Jakarta, aksi akan dipusatkan di Istana Negara mulai pukul 13.00.

Sebelumnya, FPI, GNPF Ulama, PA 212 dan HRS Center menggelar jumpa pers bersama tentang penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

"Mengamati perkembangan politik, hukum, yang semakin menjauh dari cita-cita nasional sebagaimana yang tercantum dalam mukadimah UUD 1945," ujar Slamet Maarif mewakili aliansi, dalam video yang dilihat Wartakotalive.com.

"Kebijakan penyelengaraan negara telah mendegradasi prinsip kedaulatan rakyat dan paham negara kesejahteraan dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis," imbuhnya

Halaman
1234
Editor: Evan Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved