Breaking News:

Mengenal Tradisi Rebo Kasan, Konon Ada 320.000 Sumber Penyakit dan 20.000 Bencana

Di Pulau Bangka perayaan Rebo Kasan merupakan salah satu perayaan ritual adat yang dilaksanakan masyarakat Desa Air Anyir

Penulis: Iwan Satriawan (Wan) CC | Editor: Iwan Satriawan
istimewa
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM-Pada hari rabu terakhir bulan safar biasanya masyarakat mengenal tradisi Rebo Wekasan atau di Pulau Bangka disebut Rebo Kasan.

Dikutip dari Wikipedia, Rebo Wekasan, Rabu Wekasan, atau Rebo Pungkasan, adalah nama hari Rabu terakhir di bulan Safar pada kalender penanggalan Jawa.

Pada Rebo Wekasan biasanya dimulainya rangkaian Upacara Adat Safaran yang nanti akan berakhir di Jumat Kliwon bulan Maulid (Mulud).

Seperti upacara Sedekah Ketupat dan Babarit di daerah Sunda kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Keistimewaan Rebo Wekasan adalah karena inilah satu satunya hari yang tidak tergantung pada hari pasaran dan neptu untuk melakukan suatu upacara adat.

Catatan dalam adat Kejawen, hari pasaran dan neptu adalah sangat penting demi keselamatan dan berkah dari acara, kecuali pada hari Rebo Wekasan.

Konon Rebo Wekasan adalah hari datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana.

Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari Rebo Wekasan adalah bersifat tolak bala.

Di Pulau Bangka perayaan Rebo Kasan merupakan salah satu perayaan ritual adat yang dilaksanakan masyarakat Desa Air Anyir ,Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ritual adat ini sangat menarik yang rutin dilakukan masyarakat Air Anyir,  Kabupaten Bangka setiap hari Rabu terakhir bulan Shafar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved