Breaking News:

Mengenal Tradisi Rebo Kasan, Konon Ada 320.000 Sumber Penyakit dan 20.000 Bencana

Di Pulau Bangka perayaan Rebo Kasan merupakan salah satu perayaan ritual adat yang dilaksanakan masyarakat Desa Air Anyir

Penulis: Iwan Satriawan (Wan) CC | Editor: Iwan Satriawan
istimewa
ilustrasi 

Mereka beramai-ramai melakukan upacara Rebo Kasan. Tujuannya adalah untuk menolak bala dan memanjatkan doa untuk diberikan keselamatan.

Upacara Rebo Kasan merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai simbol untuk menolak bala.

Acara ini rutin dilakukan oleh masyarakat di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Bangka secara turun temurun.

Dari Abad ke Enam Belas

Upacara Rebo Kasan sudah dilaksanakan sejak abad keenambelas dan kemudian diturunkan ke generasi berikutnya sampai dengan sekarang ini.

Pada masa itu, nenek moyang masyarakat Air Anyir biasanya melaksanakan shalat sunnah empat rakaat dengan membaca satu kali Al Fatihah, Al Kautsar sebanyak 17 kali, Al Ikhlas sebanyak lima kali, Al Falaq dan An Nas satu kali pada tiap-tiap rakaatnya.

Kemudian, mencabut dua helai daun kelapa dari ketupat yang dihanyutkan ke laut. Hal Ini menyimbolkan bahwa bencana sudah dibuang ke laut.

Tradisi ini terus dijalankan hingga sekarang, namun dengan beberapa perubahan.

Sekarang ini, ritual tolak bala dimulai pagi hari sejak matahari terbit. Saat itu akan dikumandangkan azan, kemudian masyarakat Air Anyir akan memasukkan piring ke dalam guci berisi air.

Lalu, warga yang lain akan membagikan ketupat lepas kepada tamu undangan, dan memanjatkan doa. Satu ketupat untuk dua orang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved