Breaking News:

Mengenal Tradisi Rebo Kasan, Konon Ada 320.000 Sumber Penyakit dan 20.000 Bencana

Di Pulau Bangka perayaan Rebo Kasan merupakan salah satu perayaan ritual adat yang dilaksanakan masyarakat Desa Air Anyir

istimewa
ilustrasi 

Selesai mengucapkan 'amin', warga dan undangan serentak menarik ujung daun ketupat

Upacara tidak berhenti di situ, acara terus dilanjutkan dengan beramai-ramai mendatangi guci dan meminta airnya yang disebut dengan air wafaq, yakni air yang dipercaya bisa menghalau bala.

Ada yang membawa gelas sampai bekas botol minuman untuk menyimpan airnya. Kemudian mereka menuju ruangan di samping masjid.

Ritual Rebo Kasan diakhiri dengan makan bersama para warga menggunakan alas makan dari dulang, atau nampan yang telah dibawa oleh masing-masing warga.

Di dalam dulang tersebut sudah tersedia ketupat lengkap dengan lauk-pauk dan buah.

Masyarakat Banjar juga masih memperingati Arba Mustamir hingga saat ini.

Safar adalah bulan kedua dalam kalender Islam atau Hijriah yang berdasarkan tahun Qomariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi).

Bagi masyarakat Banjar, bulan Safar dianggap sebagai bulan sial, panas, atau dimana masa diturnkan bala dan harus diwaspadadi keberadaannya.

Bulan Safar dianggap buruk karena dinilai masa dimana segala penyakit, racun, dan hal-hal yang berbau magis memiliki kekuatan yang lebih dibanding pada bulan lainnya.

Dalam anggapan masyarakat kesialan bulan Safar akan semakin meningkat jika ketemu dengan Arba’ Musta’mir.

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan (Wan) CC
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved