Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Menilik Peta Politik Pilkada Bateng Menurut Kacamata Pengamat Politik

Proses penggantian nama petahana dengan deadline 7 hari dari penyelenggara akhirnya terkuak. Nama yang dipilih adalah Algafry Rahman.

Penulis: | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Ramandha
Dosen Ilmu Politik Stisipol Pahlawan 12 Bangka, Bambang Ari Satria 

BANGKAPOS.COM - Terkait Pilkada Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Pengamat Politik sekaligus dosen di STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat, Bambang Ari Satria berpendapat pasca meninggalnya petahana Bupati di Kabupaten Bateng, peta politik di kabupaten tersebut berubah.

Perubahan tersebut dikarenakan yang ikut bertanding dalam kontestasi tanpa petahana. Namun, narasi kampanye tetap terbelah menjadi dua klaster besar. Yang satu dengan narasi positif dan seakan-akan berada dalam lingkaran kekuasaan dengan jargon Bateng semakin unggul dan penantang menggunakan narasi negatif Bateng harus bangkit.

Proses penggantian nama petahana dengan deadline 7 hari dari penyelenggara akhirnya terkuak. Nama yang dipilih adalah Algafry Rahman. Tentu, nama tersebut sudah melalui proses pertimbangan. Selain masih selaras dengan jargon Beriman, faktor politik geografi Koba jadi pilihan. Titik rundingnya memaksakan Hery Erfian selaku cawabup di-Nasdem-kan. 

"Dengan komposisi saat ini, siapapun Bupati Bateng terpilih, ia adalah representasi Koba," ujar Bambang, Selasa (13/10), via pesan singkat WhatsApp.

Disamping itu, pertarungan kali ini adalah pertarungan para legislatif. Ini merupakan uji tanding untuk menyeberang ke jabatan eksekutif. Seperti diketahui bersama antara Algafry dan Didit sudah berpengalaman di jabatan legislatif dan keduanya merupakan alumni ketua DPRD.

Koalisi gemuk yang mengusung Beriman belum menjamin untuk memuluskan langkah memenangkan kontestasi, namun perlu kerja yang lebih keras lagi. Sementara, penantang yang diusung dengan koalisi yang cukup ramping dengan kondisi eksisting saat ini agak leluasa bergerak menggedor hati publik untuk meraih simpati masyarakat Bateng.

"Saya membaca, konstelasi Pilkada di Banteng paling menarik dibandingkan dengan tiga kabupaten lainnya yang menyelenggarakan pilkada serentak di Bangka Belitung,"

Ia berpendapat bahwa pertarungan antar aktor elit sangat tampak disini dan menentukan langkah politik para elit untuk naik kelas ke panggung politik berikutnya. Dalam konteks demokrasi langsung melalui Pilkada, yang dijanjikan para kandidat adalah program.

"Pertanyaan kita bersama, bagaimana cara memilah program yang dijanjikan tersebut dapat direalisasikan atau hanya sekadar janji kampanye saja ? Karena, salah satu keluhan masyarakat pemilih pasca pemilihan terjadi adalah lupa terhadap janji yang dikampanyekan saat pilkada,"

Kesadaran politik masyarakat mesti ditingkatkan. Masyarakat pemilih perlu mengidentifikasi mana saja program yang didesain konsultan dan mana saja program yang benar-benar muncul dari pemikiran kandidat. Program yang didesain konsultan, ekpektasinya tinggi dan sulit untuk direalisasikan. 

Tentu, masyarakat pemilih mesti menghindari dari perilaku para kandidat yang didesain oleh tim kampanye dengan istilah pencitraan. Transaksi program yang mesti didapatkan masyarakat pemilih adalah program yang benar-benar rasional untuk dilaksanakan. 

Sehingga menurutnya setelah terpilih nanti, realita vs pencitraan merupakan ujian pertama dari para kepala daerah dalam memulai lembaran baru pemerintahan. Sukses tidaknya seorang pemimpin daerah akan dilihat bagaimana pemimpin tersebut bisa mengambil hati masyarakat sebelum dan sesudah pilkada dilaksanakan dengan progam kerjanya sebagai indikator penilainya.

"Ketika apa yang diucapkan dicoba direalisasikan dalam progam kerjanya maka pemimpin baru tersebut sudah pasti akan mendapatkan banyak dukungan dari warga masyarakatnya akan tetapi sebaliknya apabila yang sudah dijanjikan kepada masyarakat hanyalah sebuah angan – angan semu maka sudah pasti pemimpin yang syarat dengan pencitraan akan tersemat pada pemimpin baru tersebut sehingga nantinya pemerintahan barunya sulit untuk berjalan mulus seperti apa yang dikehendaki bersama," pungkasnya. (Bangkapos/Muhammad Rizki)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved