Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gubernur Babel Erzaldi Roesman Temui Pendemo Sampaikan Hal Ini

Mereka yang menggelar aksi berasal dari kalangan mahasiswa, lembaga eksternal dan masyarakat umum ini menyuarakan terkait penolakan

Bangkapos/Riki Pratama
Gubernur Erzaldi menemui massa penolakan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang mengatas namakan koalisi masyarakat sipil Bangka Belitung, berkumpul di halaman kantor, Pemprov Babel, pada Rabu (14/10/2020) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Massa demonstran penolakan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang mengatas namakan koalisi masyarakat sipil Bangka Belitung, berkumpul di halaman kantor, Pemprov Babel, pada Rabu (14/10/2020) siang.

Mereka yang menggelar aksi berasal dari kalangan mahasiswa, lembaga eksternal dan masyarakat umum ini menyuarakan terkait penolakan secara bersama-sama UU Cipta Kerja.

Massa demonstran yang berdatangan mayoritas merupakan usia remaja.

Mereka membawa berbagai atribut seperti bendera, kertas karton hingga spanduk bertuliskan berbagai kata penolakan UU Cipta Kerja ini diterima langsung oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Plt Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi yang menerima keinginan para pendemo.

Plt Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Amri Cahyadi, mengatakan bahwa mereka sudah beberapa kali menerima terkait penolakan UU Cipta Kerja dan sudah disampaikan kepada Pemerintah Pusat.

Baca juga: LSM PMP Kerahkan Tiga Perahu Nelayan Kembali Datangi Kapal Isap PT Pulomas

Baca juga: Sirajudin: Peserta Demo Ini Bukan Nelayan Kami Tidak Kenal

"Kami DPRD sudah beberapa kali penolakamln dari UU Omnibus Law Cipta Kerja, sudah kami sampaikan kewenangan itu ada di pusat, ada di DPR RI kalau buktinya besok perwakilan datang ke tempat abang tunjukkan suratnya,"jelas Amri Cahyadi, dihadapan ratusan para pendemo, yang hadir dihalaman kantor Gubernur Babel, Rabu (14/10/2020).

Amri juga menjelaskan bahwa mereka juga belum mengetahui dan belum menerima terkait draf final UU Cipta Kerja.

"Kami belum terima UU yang disahkan itu, kalau kita belum terima tidak fire mengatakan ini itu. Tetapi aspirasi kita tampung kita sampaikan ke DPR RI,
aspirasi kami teruskan kepada DPR RI dan Presiden. Kalaulah UU mensengsarakan masyarakat Babel wajib kita memperjuangkan itu. Mari bersabar kita tunggu UU nya. Namun dalam berjuang kita dasari dua hal, bersyukur kita bisa hidup damai di Babel, kedua kita haris berbaik sangka terhadap pemimpin kita,"lanjutnya.

Terpisah, Gubernur Babel Erzaldi yang hadir menemui para pendemo juga menyampaikan beberapa hal terkait tuntutan yang diinginkan oleh para pendemo.

"Kami atas nama Provinsi Babel mengucapkan terima kasih partisipasi kawan-kawan dari mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi kepada kami untuk diteruskan ke Presiden dan DPR RI. Kedua, sama sama sepakat bahwa UU Cipta Kerja di ciptakan dibuat untuk mensejahterakan masyarakat bukan untuk mensengsarakan masyarakat,"kata Gubernur Erzaldi.

Dia menegaskan kembali sekarang pihak Pemerintah Babel belum menerima hasil draf yang sudah disetujui DPR RI.

"Kita tetapi tidak mengurangi perjuangan kita, menyampaikan hal ini kepada pemerintah pusat, biar masalah cepat tersampaikan ke DPR dan Presiden kita sama-sama merumuskan apa yang ingin dibawah ke Presiden dan DPR. Kami ingin menyusun terkait apa yang ingin disampaikan akan kami undang pada Senin nanti perwakilan membahas itu, kalau setuju, kami dengan DPRD akan menyampaikan memberikan surat pengantarnya apa yang menjadi perhatian kawan-kawan sekalian," ujarnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Caption.Bangkapos/Riki Pratama.
Gubernur Erzaldi menemui massa penolakan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang mengatas namakan koalisi masyarakat sipil Bangka Belitung, berkumpul di halaman kantor, Pemprov Babel, pada Rabu (14/10/2020) siang.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved