Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Peserta Demo Penolakan UU Cipta Kerja Dinasehati Ibunya Lewat Video Call

Seorang mahasiswa dinasehati ibunya melalui video call aplikasi WhatsApp, Ibunya itu menasehati dan jangan melakukan tindakan aneh-aneh

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Seorang mahasiswa peserta demo penolakan UU Cipta Kerja dinasehati ibunya melalui video call saat unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Bangka Belitung, Rabu (14/10/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang mahasiswa dinasehati ibunya melalui video call aplikasi WhatsApp, Ibunya itu menasehati dan jangan melakukan tindakan aneh-aneh, saat demo penolakan Undang-undang Cipta Kerja yang digelar di halaman Kantor Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Rabu (14/10/2020).

Seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS) Babel diketahui bernama Arman Hidayat, (19).

Sang ibu nampak khawatir dan bertanya kabar via video call dengan putranya yang akrab disapa Arman.

"Jangan bertingkah yang aneh aneh ya, jangan rusuh kalau orang rusuh jangan ngikut," ujar Ibunya dalam panggilan video itu, Rabu (14/10/2020) malam.

Mahasiswa asli Belinyu ini juga tak lupa menanyakan kabar kedua orang tuanya. Ia juga meminta ibunya mendoakannya. " Doakan anakmu selalu," kata Arman, seraya mengucapkan salam kepada ibunya.

Video call dengan Ibu
Pendemo video call dengan Ibu. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Arman juga selalu sadar akan nasehat ibunya, selalu berbuat benar dan lakukan jika tindakan bermanfaat bagi orang banyak. Kedua Orang tua Arman hanya berprofesi sebagai pendagang kelapa di Pasar Belinyu, Kabupaten Bangka, Bangka Barat.

"Ibu saya hanya pedagang kelapa di Pasar Belinyu, saya selalu nasehat oleh Beliau, jangan merusak dan mengikuti saat rusuh," ujar Arman.

Sementara, massa demo penolakan Omnibus Law, undang-undang Cipta Kerja yang mengatas namakan koalisi masyarakat sipil Bangka Belitung, masih berkumpul di halaman kantor, Pemprov Babel, hingga malam ini.

Mereka yang menggelar aksi berasal dari kalangan mahasiswa, lembaga eksternal dan masyarakat umum ini menyuarakan terkait penolakan secara bersama-sama UU Cipta Kerja.

Mereka membawa berbagai atribut seperti bendera, kertas karton hingga spanduk bertuliskan berbagai kata penolakan UU Cipta Kerja.

Halaman
1234
Penulis: Yuranda
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved