Berita Sungailiat
Bang Toyib 30 Tahun Membuat dan Berjualan Sapu Lidi Kabung
Sejak bada Subuh Bang Toyib (57), warga Desa Pagarawan Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka keluar rumahnya mengadu nasib.
Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sejak bada Subuh Bang Toyib (57), warga Desa Pagarawan Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka keluar rumahnya mengadu nasib mencari rejeki dengan berjualan sapu lidi yang terbuat dari lidi pohon Kabung atau pohon Ijuk atau pohon Aren.
Bang Toyib mengaku sapu lidi Kabung ini merupakan buatannya sendiri dan juga dijualnya sendiri dengan cara menjajakan sapu lidi Kabung buatannya dari rumah ke rumah warga, dari kampung ke kampung baik di Kota Pangkalpinang maupun Kota Sungailiat Kabupaten Bangka.
Bang Toyib mengaku pekerjaan membuat sapu lidi Kabung ini sa saat udah ditekuninya sekitar 30 an tahun lebih hingga saat ini.
"Alhamdulillah sudah 30 an tahun saya membuat dan berjualan sapu lidi Kabung buatan saya sendiri dari rumah ke rumah warga , kadang ada juga yang dibeli pemilik toko untuk dijual kembali," kata Bang Toyib yang ditemui Bangkapos.com, Kamis (15/10/2020) di Sungailiat.
Diungkapkannya dari ketrampilan membuat sapu lidi Kabung ini bisa menghidupi satu orang istri dan menyekolahkan tiga orang anak perempuannya hingga lulus bangku SMA.
"Alhamdulillah bisa menyekolahkan tiga orang anak saya hingga SMA. Saat ini dua orang sudah bekerja dan berumahtangga dan satu lagi baru tamat SMA belum bekerja. Saat ini cucu saya ada 6 orang diantaranya ada yang kembar," ujar Bang Toyib.
Menurutnya dalam satu hari bisa membuat hingga seratus lebih sapu lidi Kabung apabila semua bahan bakunya sudah tersedia di rumah.
"Harga sapu lidi Kabung ini Rp 30.000 per batangnya, hati ini saya hanya membawa sekitar 10 buah sapu lidi karena bahan baku lidi Kabung saat ini agak susah didapatkan," tukas Bang Toyib.
Diungkapkannya untuk lidi Kabung ini dibelinya dari para penyerut lidi Kabung yang ada di Desa Pagarawan, Pal 9 dan sekitarnya yang ada di Kecamatan Merawang.
"Kalau saya tidak punya kebun pohon Kabung jadi lidi Kabung ini saya beli dari para penyerut lidi Kabung, saya hanya membuat dan merangkaikannya saja menjadi sapu lidi Kabung," jelas Bang Toyib.
Bang Toyib mengaku dari rumah di Desa Pagarawan naik angkot menuju daerah Gabek Kota Pangkalpinang berkeliling jualan dulu kesana , lalu naik angkot lagi ke Kota Sungailiat dan turun di Taman Sari Sungailiat untuk keliling perkampungan menjual sapu lidi.
"Alhamdulillah di Sungailiat ini saya juga jualan jalan kaki dari rumah ke rumah warga menawarkan sapu lidi Kabung ini, tadinya saya mau ke kompleks BTN Karya Makmur tapi sapu lidi yang masih ada tiga lagi jadi tanggung pergi ke sana," imbuh Bang Toyib.
Bang Toyib mengaku ongkos biaya angkot yang harus dikeluarkan setiap hari sekitar Rp 40.000 untuk naik tiga kali mobil angkot.
"Alhamdulillah cukuplah masih adalah untung buat biaya makan di anak dan istri rumah," ujar Bang Toyib.
Sementara Wenny, ibu rumah tangga warga Sungailiat mengaku menyukai sapu lidi Kabung buatan Bang Toyib karena rapi dan kuat serta tahan lama.
"Sapu lidi Kabung ini lebih kuat dan tahan lama dibandingkan sapu lidi kelapa selain itu buatannya rapi dan bagus," kata Bang Toyib.
( Bangkapos.com / Edwardi )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bang-toyib-menjajakan-sapu-lidi-kabung-buatannya.jpg)