Breaking News:

Aksi Teror KKB Papua Meningkat, 22 Kali Serangan Tewaskan 5 Orang Termasuk 2 Personel TNI

Dalam sepuluh bulan terakhir, setidaknya ada 22 aksi penembakan yang menyebabkan tiga warga serta dua anggota TNI AD meninggal dan 8 luka-luka.

Kolase TribunManado dan Wartakota/ Facebook
Ilustrasi TNI (kiri), KKB papua(kanan dan tengah) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin brutal.

Intensitas teror yang dilakukan KKB Papua di wilayah itu kian meningkat.

Dalam sepuluh bulan terakhir, setidaknya ada 22 aksi penembakan yang menyebabkan tiga warga serta dua anggota TNI AD meninggal dan delapan orang luka-luka.

DPR pun bereaksi. Untuk mencegah terulangnya kebrutalan KKB di Papua, DPR berupaya untuk menambah pasukan organik di Kabupaten Intan Jaya.

Upaya menambah pasukan di Intan Jaya ini tak lepas dari meningkatnya intensitas gangguan keamanan yang dilakukan KKB di wilayah tersebut.

Baca juga: TNI Rebut Senjata KKB Papua, Sempat Diserang tapi Akhirnya Berhasil Lumpuhkan KKB

Baca juga: Video Mengerikan Detik-detik KKB Papua Hujani Pos TNI dengan Peluru dan Gunakan Tameng Manusia Hidup

Baca juga: KKB Papua Kelompok Sabinus Waker Jadikan Tebing dan Gunung Sebagai Pelindung dari Sergapan TNI Polri

KKB Papua yang berada di Intan Jaya berjumlah sekitar 50 orang dan memiliki 17 pucuk senjata api yang dirampas dari aparat keamanan.

Menindaklanjuti hal itu, Komisi I DPR mengupayakan penguatan aparat keamanan organik di daerah rawan konflik keamanan di Papua.

Hal ini disampaikan anggota Komisi I DPR, Yan Permenas Mandenas, saat ditemui di Jayapura, Papua, Rabu (14/10/2020).

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. (Istimewa)

Yan mengatakan, dari hasil analisisnya selama pertemuan dengan pihak TNI dan Polri di Papua, terdapat dua penyebab daerah seperti Intan Jaya rawan gangguan keamanan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved