Breaking News:

Pilkada Bangka Barat

KPU Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP , Ini Jumlah Fix DPT Pilkada Bangka Barat

Komisi Pemilihan Umm (KPU) Bangka Barat, menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Ist/KPU Bangka Barat
Rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kabupaten Bangka Barat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020, di Kantor KPU Bangka Barat, Jumat (16/10/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Komisi Pemilihan Umm (KPU) Bangka Barat, menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kabupaten Bangka Barat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020.

Pleno terbuka, berlangsung di kantor KPU Bangka Barat, Jumat (16/10/2020). Dihadiri ketua KPU Pardi beserta, komisioner Harpandi, Yulizar, Nely Herawati, dan Henny Afriana.

Komisioner Divisi Perencana, Data dan Informasi, Henny Afriana, mengatakan jumlah DPT pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat tahun 2020 sebanyak 134.414. Jumlah tersebut sesuai rekapitulasi berjenjang sejak Oktober 2020 lalu.

"DPT 134.414 itu sudah berjenjang mulai dari rekap desa tanggal 4-6 oktober yang lalu, terus dilanjutkan tingkat kecamatan dari 7-9 Oktober. Nah yang dikitakan ringnya 9 Oktober sampai 16 Oktober. Hari ini setelah penetapan dari PPK ada perubahan, makanya di fix kan 134.414," jelas  Henny.

Menurut Henny, sewaktu-waktu jumlah DPT tersebut akan berubah. Perubahan tersebut terjadi akibat beberapa faktor. Mulai dari disebabkan karena adanya pemilih yang meninggal dunia hingga pemilih baru.

"Kalau berubah pasti berubah ada yang meninggal, ada pemilih baru, pemilih barukan banyak kategori. jadi tetap akan berubah tapj tetap punya hak pilih kok kalau memang orang Bangka Barat. Contoh peserta dilengkapi dengan dokumen, mereka bisa memilih pada saat hari H setelah jam 12 hingga jam 1 sebagai masuk daftar pemilih tambahan,"  jelas Henny.

Selain itu, perubahan data secara variabel juga kerap terjadi. Hal tersebut disebabkan adanya kendala pada status perekaman dan status pada identitas.

"Ubah data banyak variabel yang menyebabkan ubah data, status perekaman, ataupun yang cerai, atau yang berubah data misal kemarin status terbuat laki laki ternyata faktanya perempuan, tetapi tidak pengaruh ke angka," ungkap Henny.

( Bangkapos.com / Anthoni Ramli )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved