Breaking News:

Terungkap Percakapan Grup WA 'KAMI Medan' , Para Petingginya Ditangkap Polri

Polisi menangkap admin serta anggota grup aplikasi WhatsApp bernama “ KAMI Medan” karena diduga terkait aksi menolak UU Cipta Kerja

Editor: khamelia
(via BBC)
Mengenakan seragam tahanan warna oranye, Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, Anton Permana dan enam orang lainnya diminta berdiri berjejer di belakang meja pimpinan kepolisian yang menggelar jumpa pers 

Ketua Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Iwan Sumule dalam akun Twitternya mengkonfirmasi tentang penangkapan rekannya itu.

"Saya sangat terkejut mendengar kabar bhw subuh tadi sekitar jam 04an tlah terjadi penangkapan terhadap Bung @syahganda Nainggolan," tulisnya dikutip Wartakotalive.com, Selasa (13/10/2020).

ProDem meminta agar polisi membebaskan Syahganda dan berhenti menangkapi aktivis yang bersura kritis.

"ProDEM meminta pihak kepolisian agar membebaskan seluruh aktivis dan menghentikan penangkapan-penangkapan terhadap aktivis karena bersuara kritis kepada penguasa,"imbuhnya. 

Iwan Sumule dalam cuitannya juga membagikan surat penangkapan terhadap Syahganda Nainggolan.

Dalam surat tersebut, Syahganda dituduh melanggar Undang-undang ITE.

Ada cuitan dari Syahganda yang dianggap menyiarkan berita bohong dan atau menyiarkan kabar tidak pasti atau kabar yang berlebihan.

Siapa sebenarnya Syahganda Nainggolan? 

Syahganda adalah mantan aktivis mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Fadjroel Rachman yang saat ini menjabat juru bicara Presiden.

Saat ini Syahganda duduk sebagai Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC).

DIkutip dari warta kota (grup surya.co.id), Syahganda di Drop-Out (DO) dari ITB dan Bekas Narapidana.

Ia dipenjara karena melakukan tindak kriminal di kampus ITB yaitu melakukan pemukulan terhadap polisi dan mengancam dosen dengan golok

Seperti disarikan dari Siapa-siapa, tumbangnya Orde Baru memberi ruang pada seluruh rakyat untuk berdemokrasi.

Saat Habibie menjadi Presden, nama Adi Sasono mencuat.

Syahganda yang sesama alumni ITB dan sudah lama kenal dengan Adi Sasono merapat.

Ia mendukung Adi Sasono untuk mencalonkan diri jadi presiden jika Habibie ditolak MPR.

Ia kemudian membentuk Ormas Daulat Rakyat dengan ketuanya Cacuk Sudaryanto dirjen koperasi saat itu.

Pada Pemilu 1999 Ormas Daulat Rakyat ini menjelma menjadi PARTAI DAULAT RAKYAT (PDR)

Rontok Habibie, rontok juga Adi Sasono.

Syahganda kemudian membentuk Partai Merdeka tetap dengan Adi Sasono sebagai patron.

Pada tahun 2004 Syahganda menjadi Caleg Partai Merdeka dari DAPIL Tangerang dan yakin lolos ke Senayan karena mereka sudah membentuk Ormas Buruh yaitu PPMI.

Bersama Eggi Sujana dan Jumhur Hidayat, menjadi tulang pungung militer (kostrad) membentuk PAM SWAKARSA.

Tujuannya dibentuknya PAM SWAKARSA untuk berhadapan dengan aktivis prodemokrasi dan mahasiswa.

Merasa sudah saatnya lepas dari bayang-bayang Adi Sasono, Syahganda membentuk Ormas Gaspermindo dengan menghidupkan Partai Serikat Islam bersama dengan Ferry Juliantono.

Namun seperti Partai Daulat Umat dan Partai Merdeka, Ormas Gaspermindo dan Partai Serikat Islam nyungsep.

Ketika SBY menjadi presiden, sebagai kolaborator Tentara, Syahganda mendekati Sugiharto yang saat itu menjadi Menteri BUMN, Syahganda loncat partai lagi ke PPP agar dekat dengan Menteri.

Syahganda mendapat jatah sebagai Komisaris di Pelindo dari rezim SBY.

Namun tak lama kemudian, Syahganda loncat lagi ke Partai Golkar.

Syahganda tidak lolos menjadi Anggota DPR partai Golkar lewat Dapil Bogor.

Dari Lautze (tempat Hariman Siregar) Syahganda pun dekat dengan mantan Kapolda DKI Nugroho Jayusman.

Dan dari sanalah mereka membentuk ormas FPI untuk berhadapan dengan aktivis.

Di pemerintahan SBY jilid 2, Syahganda bersama beberapa kawannya, mendirikan LSM Sabang Merauke Circle (SMC). 

(kompas.com/wartakota)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Daftar 8 Nama Anggota KAMI yang Ditangkap Polisi di Medan & Jakarta, Ada Mantan Komisaris BUMN

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved