Breaking News:

Jembatan Gantung Roboh

Dosen Teknik Sipil: Robohnya Jembatan Bisa Karena Salah Desain Hingga Bahan yang Tak Sesuai

Ada beberapa hal penyebab terjadinya kegagalan konstruksi, antara lain kesalahan desain, penggunaan atau pemilihan bahan yang tidak sesuai

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
Bangkapos/ Resha Juhari
Tampak bongkahan proyek pengerjaan Jembatan Jerambah Gantung akibat ambruk, Jumat (16/10), malam 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jembatan Jerambah Gantung Kecamatan Gabek yang belum selesai pembangunannya roboh, Jumat (16/10/2020), malam.

Jembatan yang bertujuan menghubungkan antara wilayah Pangkalpinang dan kabupaten Bangka ini dibangun dengan dana sebesar Rp 25.980.529.000 Juta (Rp25m), tanggal kontrak 22 April 2020, dengan penyediaan Jasa PT Karya Mulia Nugraha.

Akademisi atau Dosen Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung, Revy Safitri mengatakan robohnya suatu jembatan yang sedang dibangun bisa dikatakan sebagai kegagalan konstruksi.

"Ada beberapa hal penyebab terjadinya kegagalan konstruksi, antara lain kesalahan desain, penggunaan atau pemilihan bahan yang tidak sesuai, kesalahan dalam teknis pengerjaan, atau juga dikarenakan faktor lingkungan," ujar Revy, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Jembatan Gantung Roboh Molen Sebut Masih Tanggung Jawab Kontraktor, Pemkot Rugi Waktu

Baca juga: Direktur RSBT Jelaskan Riwayat Penanganan Anggota DPRD Babel yang Meninggal karena Corona

Baca juga: Foto-foto Jembatan Jerambah Gantung Senilai Rp25 Miliar Ambruk

Diakuinya, hal ini juga berlaku terhadap Jembatan Gantung di Jerambah Gantung yang saat ini mengalami roboh sebagian konstruksi.

"Untuk mengetahui penyebab pasti robohnya sebagian konstruksi Jembatan Gantung perlu dilakukan analisis atau kajian terhadap kegagalan konstruksi," sebut Revy.

Dijelaskannya bahwa dalam pembangunan jembatan, kekuatan jembatan dipengaruhi oleh desain jembatan, beban jembatan, dan juga teknis pengerjaan jembatan.

"Kegagalan dalam konstruksi yang terjadi perlu dikaji untuk mengetahui penyebabnya agar dapat diketahui tindak penanganan yang tepat. Dalam artian, untuk menyelesaikan suatu masalah dengan tepat maka perlu dilakukan pencarian akar masalah terlebih dahulu," kata Revy.

Hal ini juga menjadi bagian penting untuk keberlanjutan pembangunan Jembatan Gantung.

Untuk menghasilkan jembatan yang kokoh tentunya terlebih dulu perlu dilakukan analisis perencanaan yang tepat.

"Dalam tahap perencanaan ini desain dan penggunaan bahan menjadi pertimbangan utama. Setelah tahap perencanaan, dilanjutkan dengan tahap pembangunan. Dalam tahap pembangunan tentunya perlu diperhatikan teknis pelaksanaan dan adanya kontrol terhadap desain dan bahan yang digunakan agar sesuai dengan rencana," turur Revy.

Bangkapos.com / Cici Nasya Nita.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved