Breaking News:

Jembatan Jerambah Gantung Roboh

Pemerhati Publik Khawatir Jembatan Jerambah Gantung Roboh Kembali, Perlu Evaluasi Komprehensif

Pemerhati Publik dan Ketua LP5 Babel, Jumli Jamaluddin mengatakan butuh evaluasi matang dan komprehensif.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos/Resha Juhari
Sejumlah pekerja berada di lokasi ambruknya Jembatan Jerambah Gantung, Jumat (16/10), malam. Proyek pemkot senilai Rp25 miliar ini sedianya ditargetkan selesai awal tahun depan. 

"Ini adalah human eror jadi balok girder ini terguling pada saat posisi balok girder sudah duduk di bantalan girder. Sehingga tergulingnya balok girder ini menimpa yang lain dan ini lah yang membuat dudukan per itu tertarik sehingga patah," ujar Renold, Sabtu (17/10/2020).

Dia mengatakan, pihaknya siap bertanggung jawab atas kejadian ini.

Pihaknya juga berkomitmen menyelesaikan pekerjaan yang ditenggat pada 17 Desember 2020 mendatang itu.

"Ini merupakan musibah juga buat kami, walaupun dengan kerugian kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan ini. Untuk sementara kita akan kaji ulang pembangunan dan akan tetap kita lanjutkan. Kalau untuk konsep jembatan ini metodenya sama, dengan pekerjaan jembatan Teluk Bayur," jelasnya.

Salah satu pekerja Jembatan Jerambah Gantung, Acep Kusnadi alias Cecep (24) mengalami keselo kaki sebelah kiri, di kediamannya Di Kelurahan Jerambah Gantung, Gabek, Kota Pangkalpinang. Jumat (16/10/2020)
Salah satu pekerja Jembatan Jerambah Gantung, Acep Kusnadi alias Cecep (24) mengalami keselo kaki sebelah kiri, di kediamannya Di Kelurahan Jerambah Gantung, Gabek, Kota Pangkalpinang. Jumat (16/10/2020) (Istimewa)

Dua Pekerja Proyek Terluka

Kedua korban itu bernama Acep Kusnadi alias Cecep (24) mengalami keselo kaki sebelah kiri, dan Tomi (45) mengalami luka sobek pada jempol kaki sebelah kanan.

Kedua orang tersebut merupakan pekerjaan, jembatan gantung itu.

Saat ini personil Reskrim Polres Pangkalpinang dan SPKT Polsek Taman Sari telah mendatangi di lokasi kejadian.

Berdasarkan kronologis, kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.00 Wib, kurang lebih lima orang pegawai yg sedang beristirahat, sambil charger handphone di atas jembatan.

Acep Kusnadi alias Cecep (24) mengatakan pada saat itu, ia sedang charger handphone di atas jembatan yang sedang dibangun tersebut, tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh, yang cukup keras disertai goyangan di Jembatan yang cukup kuat, lalu kelima pegawai tersebut meloncat ke tanah.

"Namun saat saya menloncat, kaki saya membentur tanah sehingga mengalami keseleo. Saya dengan Tomi mengalami luka ringan, saya keseleo, dan dia mengatakan luka lecet," ungkap Cecep, kepada Bangkapos.com, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Dosen Teknik Sipil: Robohnya Jembatan Bisa Karena Salah Desain Hingga Bahan yang Tak Sesuai

Sementara korban, yang mengalami kecelakan itu, sudah diberi pengobatan dan kembali ke kediaman masing-masing. Menurutnya, jembatan tersebut sudah tersambung namun pada saat itu, bangunannya langsung roboh.

"Iya ada berbunyi, sepertimau roboh. Kami langsung terjun beruntung tidak ada korban jiwa. Semuanya dalam keadaan selamat, hanya luka ringan," ucapnya.

Jembatan Gantung yang dibangun, dengan dana sebanyak Rp 25.980.529.000 Juta, dengan tanggal kontrak 22 April 2020. Dengan penyediaan Jasa PT Karya Mulia Nugraha, roboh.

Foto Lanskap Jerambah Gantung di kawasan Kelurahan Gantung Kota Pangkalpinang
Foto Lanskap Jerambah Gantung di kawasan Kelurahan Gantung Kota Pangkalpinang (Bangka Pos/Resha)

Kisah Jerambah Gantung

Bujang (60) warga sekitar Jerambah pernah mengisahkan bagaimana ia menjalani hari hari saat jembatan belum dibangun.

"Kami sembilan beradik bersama orangtua tinggal di tepi sungai ini. Kami hidup dari hasil kebun dan menjualnya ke Pasar Pangkalpinang, jalan kaki," ungkap Bujang.

Menurutnya, dulu tempat di sekitar Jerambah Gantung Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang itu hutan lebat yang jarang dilalui orang.

Sungai dengan lebar 70 meter dan dalam lebih dari 5 meter itu menjadi habitat beragam ikan termasuk buaya.

Sampai kini, hutan mangrove atau bakau menghiasi tepian sungai sehingga alam tetap asri.

Tampak pula sejumlah perahu nelayan bersandar di tepi sungai.

"Orang yang lewat Jerambah Gantung sangat jarang, orang-orang dari Balunijuk yang ke Pangkalpinang. Sekarang jembatan tidak ada lagi, mau dibangun jembatan baru," ujarnya.

Baca juga: Suara Gemuruh Penanda Jembatan Jerambah Gantung Rp25 M Roboh, Pemkot Pangkalpinang Rugi Waktu

Jembatan yang dimaksud adalah proyek pembangunan Jembatan Air Kerabut atau biasa disebut Jembatan Gantung senilai Rp 25 miliar sepanjang 70 meter dan tinggi 8 meter.

Lantaran pembangunan jembatan itulah, Bujang berharap keasrian alam di sekitarnya tetap terjaga.

Bujang khawatir, efek dari pembangunan jembatan tersebut akan membuat hutan mangrove tergerus dan terjadinya pendangkalan sungai.

"Sejak lama kami menjaga hutan bakau, sungai termasuk buaya di dalamnya. Jangan sampai nanti rusak karena pembangunan jembatan ini. Sekarang lebar sungai mulai berkurang, sekitar 50 meter saja," kata Bujang.

Bujang menyebutkan Jerambah Gantung tidak lagi berfungsi sekitar tahun 1987 silam dan sudah tiga kali berganti kabel baja.

Jerambah tersebut selebar 1,5 meter dan mampu dilewati menggunakan sepeda motor.

"Cuma dua tiang inilah yang masih tersisa, jangan dibuang. Sama saja menjaga keaslian alam di sini. Sempat tiang sisa Jerambah Gantung yang di sebelah Tuatunu dicopot, kami minta dipasang lagi, karena itu bukti sejarah," ujar Bujang.

Warga lain Tri (52) mengungkapkan, Sungai Jerambah Gantung memiliki kenangan bagi dia dan keluarganya.

Selain itu, selama mereka hidup di tempat itu, alam masih terjaga dengan baik.

"Tidak ada buaya mengganggu manusia di sungai ini. Kalau orang meninggal tenggelam memang ada tetapi bukan disambar buaya," ungkap Tri.

Tri menyebutkan ketinggian air sungai tergantung pasang dan surut laut yang masuk melalui mulut muara Sungai Baturusa.

Tampak dari atas, sungai yang membelah tepi Kota Pangkalpinang dari Selindung sampai Kampak itu begitu tenang.

Di dua sisinya masih tumbuh subur mangrove.

Sedangkan di sisi daratan, sejumlah permukiman warga termasuk kompleks perumahan.

Baca juga: Jembatan Jerambah Gantung Roboh Bongkahan Bangunan Terendam Sungai Kerabut

Ikon Kota Pangkalpinang

Ditemui terpisah, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil alias Molen mengatakan Jembatan Air Kerabut atau Jerambah Gantung akan dijadikan ikon baru di Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, nanti tidak hanya sekadar jembatan saja tapi daerah di sekitarnya nanti akan lebih dikembangkan menjadi spot foto dan tempat bermain baru di Kota Pangkalpinang.

Jembatan tersebut ditargetkan akan selesai pada Desember nanti dan diresmikan pada 1 Januari 2021.

"Kita resmikan nanti tepat pada pergantian tahun 2021. Kita ingin masyarakat Kota Pangkalpinang tidak hanya bermain di tempat itu-itu saja tapi beralih ke tempat baru termasuk Jerambah Gantung," kata Molen.

Dia menyebutkan, hadirnya jembatan tersebut membuat perekonomian masyarakat semakin meningkat.

"Ditambah lagi dengan keberadaan aktivitas dari UBB, artinya aktivitas mereka dari Kabupaten Bangka ke Kota Pangkalpinang semakin dekat," ujarnya.

Baca juga: Jembatan Jerambah Gantung Membuka Rute Alternatif Baru bagi Masyarakat

Dia menuturkan, jembatan itu nantinya akan dilengkapi dengan lampu hias hingga pembuatan taman di sekitarnya.

"Jadi untuk yang nanti diresmikan baru jembatannya dulu, akan mengikuti nanti penambahan lampu hias di dekat jembatan berikut spot tempat berfotonya," ungkapnya.

Baca juga: Konstruksi Jembatan Jerambah Gantung Ambyar, Kontraktor Siap Tanggung Jawab, Begini Kata Kejaksaan

Dia berharap kehadiran jembatan itu nantinya dapat berfungsi dengan baik dan dapat membantu masyarakat untuk beraktivitas.

Ditambahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang Suparlan Dulaspar, desain Jembatan Gantung tetap menyerupai Jerambah Gantung buatan 1938 silam.

"Memang kalau desain jembatannya kita akan buat mirip-mirip seperti Jerambah Gantung yang lama. Tapi hanya aksesoris seperti tali-tali yang bergantung saja, kalau jembatamnya tetap menggunakan beton," kata Suparlan.

Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan sepanjang 70 meter itu senilai Rp 25.980.529.000.

Jembatan Gantung yang berlokasi di Kelurahan Jerambah Gantung dibangun sejak 22 April 2020 dan ditargetkan akan selesai pada Desember mendatang.

Jembatan yang dibangun dari APBD 2020 itu dikerjakan PT Karya Mulia Nugraha, untuk menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka terutama di bagian Desa Balunijuk.

"Kalau sekarang sudah kita perkirakan 40 persen pembangunan sudah berjalan. Jadi tanggal 23 Desember 2020, pembangunan semuanya harus tuntas, kira-kira November juga sudah selesai, tinggal perapian saja nanti," jelasnya.

Baca juga: Jembatan Emas Ganggu Pelayaran Jika Posisi Tertutup, ini Harapan Kepala KSOP Pangkalbalam

Hadirnya Jembatan Jerambah Gantung memberikan manfaat bagi masyarakat dan warga sekitarnya.

Termasuk mahasiswa atau dosen UBB tidak perlu lagi menempuh waktu yang lama untuk pulang pergi kampus.

Adyos mahasiswa jurusan Akutansi UBB mengaku hadirnya jembatan dapat mempersingkat waktu perjalanan bila ingin berpergian ke Pangkalpinang.

"Kalau mempersingkat itu pasti. Untuk mahasiswa UBB atau orang dari Pangkalpinang ke Balunijuk tentu lebih cepat," ujar Adyos.

Baca juga: Jembatan Gantung Roboh Molen Sebut Masih Tanggung Jawab Kontraktor, Pemkot Rugi Waktu

Menurutnya, sebagian besar mahasiswa yang berdomisili di Pangkalpinang sangat menanti jembatan ini.

Serupa diungkapkan Dosen Manajemen Sumberdaya Perairan UBB M Rizza Mufiandi.

"Kalau jadi, tentu mempersingkat waktu pulang pergi. Misal saya hitung dari rumah saya ke kampus bisa lebih singkat 10 menit," jelas Rizza.

Ia menyarankan dalam pembangunan jembatan lebih memperhatikan kualitas kontrol bahannya.

"Mungkin lebih kepada kualitas kontrol bahan dan struktur bangunan yang diperhatikan. Jangan sampai, baru satu bulan dipakai sudah rubuh," tutur Rizza. 

( Bangkapos.com / Yuranda/ Andiri Dwi Hasanah )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved