Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Musim Pancaroba , Tak Pengaruhi Harga Barang Pokok dan Bongkar Muat di Pelabuhan

Musim pancaroba tidak berdampak pada aktivitas perairan yang membawa barang pokok ke Provinsi Bangka Belitung yang banyak didatangkan dari luar Babel.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung, Sunardi. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Memasuki musim pancaroba yang diperkirakan mulai sejak awal Oktober, yaitu musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, tidak berdampak pada aktivitas perairan yang membawa barang pokok ke Provinsi Bangka Belitung yang banyak didatangkan dari luar Babel.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung, Sunardi, mengatakan, saat ini tidak ada barang yang dijual di pasar mengalami kenaikan dan jumlah stok semua barang juga aman.

"Untuk barang-barang saat ini masih stabil dan stok masih terkendalai tidak ada keluhan dari distributor terhalang karena kapal banyak terhambat karena kegiatan bongkar muat, dengan alasan cuaca atau hal lainya," jelas Sunardi kepada Bangkapos.com, Minggu (18/10/2020).

Dia mengatakan beberapa pelabuhan yang merupakan pintu masuk di Provinsi Bangka Belitung berjalan seperti biasa, melaksanakan aktivitas bongkar muat.

"Kayaknya lancar saja, seperti pelabuhan di Sungaiselan, Mentok, Tanjungpandan, dam Pangkalbalam, semua berjalan sepetti biasa sehingga musim seperti ini tidak mempengaruhi harga barang pokok di pasar yang saat ini masih stabil," ungkap Sunardi.

Menurutnya kenaikan harga biasanya terjadi menjelang hari besar seperti natal dan tahun baru, sehingga perlu diwaspadai dengan melakukan pasar murah, yang tiap tahunya dilakukan oleh disperindag.

"Pasar murah kami sesuai permintaan pemerintah kabupaten, karena mungkin belum ada yang bersedia karena Covid-19, karena target kita 50 kali tahun ini, tetapi yang terlaksana kurang lebih baru sampai 12 kali," terangnya.

Selain itu, Sunardi mendorong untuk pelaksaan pasar murah dilakukan bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan disperindag dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

"Kami ingin melaksanakan pasar murah ini tentunya ada permintaan dan peraturan yang dilaksanakan, terutama untuk mencegah penyebaran covid. Kalau bersedia tentunya langsung ajukan ke, tentunya nanti harus berkoordinasi dengan satgas setempat dalam izin pelaksanaanya," ujarnya.

Peningkatan Industri

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved