Breaking News:

Dialog UU Cipta Kerja Ricuh

BREAKING NEWS, Dinilai Sosialisasi Bukan Bahas UU Cipta Kerja , Mahasiswa Marah dan Keluar Ruang

Mahasiswa sebagai perwakilan masyarakat sipil marah dan protes saat Dialog Pembahasan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Suasana saat Mahasiswa sebagai perwakilan masyarakat sipil marah dan protes saat Dialog Pembahasan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja bertempat di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Bangka Belitung, Senin (19/10/2020). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Mahasiswa sebagai perwakilan masyarakat sipil marah dan protes saat Dialog Pembahasan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja bertempat di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Bangka Belitung, Senin (19/10/2020).

Bahkan mahasiswa memutuskan untuk keluar ruangan, enggan untuk mengikuti agenda yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Naziarto ini.

Kekesalan mahasiswa ini bermula saat diputarnya video penjelasan tentang UU Cipta kerja yang dinilai seperti sosialisasi.

Padahal pertemuan ini bertujuan untuk membahas dan mengkaji tentang UU Cipta Kerja yang menjadi penolakan para mahasiswa.

"Ini sosialisasi pak,"

"Forum apa ini?," teriak satu mahasiswa.

"Agenda kita hari ini memberikan masukan untuk UU Omnibus law,"

Iya pak, saya izin, untuk sampaikan saja substansinya terkait masukan UU Omnibus law. Karena terkait video ini jauh sebelumnya hari ini, kita sudah mendapatkan," disambung oleh satu mahasiswa lainnya, Gilang.

Tak hanya itu, mahasiswa juga mempertanyakan dimana Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan yang tak terlihat di ruangan tersebut.

"Audiensi juga sudah pak, hari ini pun komisi IV tidak ada di sini pak, gubernur mana? Harusnya mereka diundang di sini, mereka tidak ada di sini. Ini namanya sosialisasi," kata perwakilan mahasiswa yang menggunakan topi cokelat muda..

Saat mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi, namun belum mendapatkan izin berbicara, sempat dihentikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Naziarto.

Dikarenakan belum waktunya mahasiswa berbicara dan harus mendapatkan izin berbicara dari moderator terlebih dahulu.

Tak terima dengan tindakan tersebut, mahasiswa memutuskan keluar sambil berteriak kesal.

"Komisi IV Omnibus law tidak ada di sini, kami sudah paham semuanya pak, banyak yang tidak ada, harusnya tidak dilanjutkan forum ini. Ini sosialisasi namanya, kita tidak bodoh," teriak satu mahasiswa lagi.

(Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved