Breaking News:

Rocky Gerung Sayangkan Istana Pakai Ngabalin: Istana Kehilangan Mantra Penolak Bala

Rocky Gerung Sayangkan Istana Pakai Ngabalin: Istana Kehilangan Mantra Penolak Bala

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin hingga Rocky Gerung ditolak saat ingin menjenguk tokoh KAMI yang ditahan di Bareskrim 

Rocky Gerung Sayangkan Istana Pakai Ngabalin: Istana Kehilangan Mantra Penolak Bala

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Rocky Gerung yang merupakan pengamat sosial kemasyarakatan, ikut mengkritisi keberadaan beberapa anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap dan hingga kini belum dibebaskan oleh aparat.

Seperti pernyataannya yang dikutip  dari akun YouTube Rocky Gerung Official yang mengunggah sebuah video pada 14 Oktober 2020.

Dalam video berdurasi 14 menit itu, Rocky Gerung diwawancarai oleh Hersubeno Arief soal tanggapannya terhadap sikap pemerintah yang diwakilkan Ali Ngabalin saat menghadapi demo massa penolak UU Cipta Kerja.

Dalam video tersebut, Rocky menyinggung soal penangkapan deklarator KAMI.

Baca juga: Jangan Nekat Lagi, 5 Makanan Ini Haram bagi Penderita Diabetes, Jika Dimakan Berakibat Fatal

Baca juga: Ardi Bakrie sampai Pangling Lihat Nia Ramadhani Potong Poni, Beri Pujian Kayak Punya Istri Baru

Baca juga: Mengenang Tragedi Bintaro 1987, Tabrakan Maut Kereta Api, Ratusan Orang Tewas, Masinisnya Difitnah

"Beberapa deklarator KAMI, ditangkep dengan maksud menakut-nakuti Nurmantyo, e... Gatot Nurmantyo itu, kalau soal takut enggak takut, ya dia diuji sebagai seorang militer.

Tapi kemudian Gatot menganggap bahwa ya ini hiburan aja sebetulnya, karena itu Gatot nggak pernah merasa bahwa itu penting untuk ditanggapi. Pasti dia tanggapi dengan ketawa-ketawa sebetulnya.

Jadi itu keadaan kita, nah semakin frustasi rezim, semakin dia cari cara untuk menandingi narasi dari oposisi," ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung Tertawa Dilabrak Guru Besar Universitas Airlangga (Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa)
Rocky Gerung Tertawa Dilabrak Guru Besar Universitas Airlangga (Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa)

"Bisa, itu ditandingi, kalau kualitas narasinya juga keren.

Masa, narasi brother Ngabalin dijadikan standart untuk menandingi narasi Rachland, narasi Andi Arief, Andi Malarangeng, atau Said Didu, Ahmad.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved