Breaking News:

Berita Bangka Selatan

5.033 Pengusaha Mikro di Basel Akan Terima BPUM Sebesar Rp 2,4 Juta

Di Kabupaten Bangka Selatan sedikitnya ada 5.033 penerima bantuan yang akan menerima bantuan dengan nilai Rp 2,4 juta.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: Dedy Qurniawan
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Proses pelaksanaan verifikasi data yang dilakukan sebelum pencairan BLT UMKM atau BPUM di Rumah BUMN Kabupaten Bangka Selatan pada Rabu, (21/10/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan warga dengan penampakan menggunakan masker penuhi halaman Rumah BUMN yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Toboali, Kabupaten Bangka Selatan Rabu, (21/10/2020).

Kerumunan puluhan warga ini ternyata untuk melakukan verifikasi sekaligus pencairan Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BLT UMKM) atau Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro ( BPUM) yang disalurkan oleh Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI Toboali.

Di sela-sela pelaksanaan verifikasi, Pemimpin Cabang Pembantu KCP Bank BRI Toboali, Aryo Seno Hadinurdani menyatakan di Kabupaten Bangka Selatan sedikitnya ada 5.033 penerima bantuan yang akan menerima bantuan dengan nilai Rp 2,4 juta.

Namun demikian, Aryo mengakui jika total penerima akan terus bertambah sesuai dengan jumlah yang diusulkan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangka Selatan yang melakukan pengusulan hingga akhir November 2020.

Bantuan ini lanjut Aryo ditujukan kepada pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna membantu usaha mikro warga agar tetap bertahan di tengah kondisi Pandemi Covid-19 saat ini.

"Saat ini kami mencatat sedikitnya 463 orang sudah menerima penyaluran dan sudah diverifikasi datanya sampai dengan dibukakan rekeningnya," ujar Aryo.

Aryo mengakui dalam pencairan BUPM ini, pengusul tidak hanya dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangka Selatan namun PT Pegadaian juga dapat menjadi pengusul.

Adapun sasaran dalam penyaluran ini diakui oleh Aryo yaitu kepada seluruh pengusaha mikro yang telah didaftarkan oleh pengusul dan setelah diverifikasi, Bank BRI akan menjadi penyalur.

"Dalam hal ini kami hanya sebagai penyalur yang ditunjuk oleh Kementerian UMKM sehingga tugas kami adalah untuk penyalurannya," imbuhnya.

Aryo menambahkan pihaknya secara teknis menerima data yang secara keseluruhan telah diverifikasi oleh kementerian dan kembali memverifikasi apakah penerima telah sesuai dengan atas nama yang diterima oleh pihaknya.

"Untuk itulah kami memverifikasi kembali supaya datanya sesuai dengan NIK dan tepat," tuturnya.

Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Aryo mengingatkan agar rekan-rekan di setiap unit kerja agar benar-benar tidak melakukan pemotongan terhadap nilai yang diterima oleh penerima bantuan.

Jika biasanya lanjut Aryo biaya pembukaan buku rekening dikenakan biaya, maka dalam hal ini pihaknya tidak melakukannya sehingga uang yang diterima oleh penerima bantuan murni dan sama nilainya yakni 2,4 juta.

Sesuai dengan ketentuan yang ada lanjutnya, penerima bantuan ini tidak pula dapat diwakilkan dan harus diterima langsung oleh penerima, bahkan jika ada penerima yang telah meninggal dunia maka tidak disalurkan atau tidak diahliwariskan dan dikembalikan ke kas negara.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved