Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Berkali-Kali Gagal Jalani Bisnis, Bayu Tetap Optimis Hingga Sukses Tekuni Bisnis Badigor

Berjiwa semangat dan pantang menyerah menjadi motivasi Bayu (29), pria muda yang telah 2 tahun lebih menggeluti bisnis Badigor

Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Bayu, Owner Badigor 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Berjiwa semangat dan pantang menyerah menjadi motivasi Bayu (29), pria muda yang telah 2 tahun lebih menggeluti bisnis Badigor atau dikenal dengan Bawang di Goreng.

Namun sebelum mengeluti bisnis Badigor ini dirinya pernah menjadi tenaga honorer selama 5 tahun, dan dari hasil uang gajinya pun ia memulai berbagai kegiatan sampingan lainnya seperti jualan pulsa hingga beternak bebek

"Jalanin bisnis ternak bebek ini join sama teman, dan waktu itu modal habis 6 juta. Tetapi setelah 2 bulan pas cek ternyata banyak ternak yang mati, dari situ saya memilih untuk berhenti pertama karena lokasi jauh sulit untuk dipantau dan pertimbangan lainnya dan untuk bisnis pulsa kemarin bertahan 6 bulan karena banyak yang utang hingga habis modal jadi pilih untuk berhenti," ungkap Bayu psda saat Bincang Mitra Bina BRI, Kamis (22/10/2020).

Sempat pesimis lantaran usaha yang digelutinya tak membuahkan hasil, hingga akhirnya dia memilih untuk fokus bekerja menjadi tenaga honorer.

Namun semangat pantang menyerah yang dimilikinya untuk terjun ke dunia pengusaha tak berhenti sampai di situ saja. Dia pun terus mencari inspirasi untuk tetap menjalani bisnis.

"Sambil kerja itu saya masih tetap fokus untuk mencari inspirasi di medsos yang mana waktu itu saya cari dengan klu bisnis minim modal dan keluar banyak pilihan hingga temukan bisnis bawang goreng yang saya lihat cara pengolahan, produksi dan lainnya hingga kita coba langsung praktek untuk bisnis ini," kata Bayu.

Berbagai produk Badigor
Berbagai produk Badigor (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Dia mengatakan awal mula mencoba untuk membuat produk bawang goreng ini dengan modal Rp100 ribu sebanyak 5 kilogramyang dikerjakannya bersama dengan teman-temannya secara manual.

"Waktu itu coba langsung kita jual Rp 5 ribu di plastik kecil-kecil dan waktu itu kurang laku, dan kita coba lagi untuk cari cara bagaimana bisa tetap berjalan, dan waktu itu ada lomba saya ikut dapet hadiah, dan dari situ mampu beli mesin untuk pengolahan bawang ini,dan dan setelah itu saya memilih untuk fokus ke bisnis ini," sebut Bayu.

Lebih lanjut, setelah beberapa lama akhirnya dia memlih untuk mengemaskan produknya menggunakan botol.

"Waktu itu kebetulan ada teman dari luar yang pesan jadi kita coba untuk kemas dalam botol dan dari situ kita lihat ternyata dalam kemas botol ini kualitasnya lebih tahan lama jika dibandingkan dengan kertas," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved