Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Vaksin Covid-19 Bisa Tersedia Secepatnya , Kondisi Kasus Corona di Bangka Belitung Terus Bertambah

Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung telah melakukan virtual grand design/roadmap pelaksanaan vaksinasi Covid-19,

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Mulyono 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung telah melakukan virtual grand design/roadmap pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dengan Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan RI.

Di mana dijelaskannya kandidat vaksin Covid-19 yang akan diberikan, berasal dari kerjasama mulitlateral, Sinovac, kerjasama Biofarma dengan China, Sinopharm kerjasama Kimia Farma dengan Group 42 United Emirat Arab, Genexine-GX19, kerjasama Kalbe Farma dengan Genoxine Korea Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, drg Mulyono, menyebutkan pelaksanaan vaksinasi diharapkan bisa dilaksanakan secepatnya. Namun hingga saat ini dinkes belum menerima terkait pedoman pelaksanaan vaksinasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kami perlu pedoman, tetapi belum kami terima, mungkin Januari sudah jalan, artinya makin cepat makin bagus. Tetapi, sampai saat ini belum ada surat resmi, belum sama sekali, ini baru survey persiapan pelaksanaan melalui virtual," jelas Mulyono kepada Bangkapos.com, Minggu (25/10/2020).

Menurutnya, berdasarkan target pemberian vaksinasi dari Kementerian RI yaitu dimulai dari Desember 2020 hingga Maret 2022.

Berdasarkan pemberian pelayanan imunisasi Covid-19 setiap bulannya, dengan pertimbangan ketersedian vaksin, setelah mendapatkan EAU proses pengadaan dan distribusi.

"Ini artinya dilaksanakan secara bertahap tidak sekaligus dilakukan vaksinasi, karena ada tahapannya hingga tahun 2022 nanti," kata Mulyono.

Ia menjelaskan, sasaran vaksinasi Covid-19 disesuaikan dengan ketersediaan vaksin, untuk kelompok prioritas, seperti garda terdepan, medis dan paramedis kontak tracing, pelayan publik termasuk TNI/Polri aparat hukum, mayarakat tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah kecamatan perangkat desa dan RT/RW, sebagian pelaku ekonomi.

"Termasuk seluruh tenaga pendidik dari dari PAUD hingga sederajat perguruan tinggi, aparatur pemerintah pusat, daerah, legislatif dan peserta BPJS PBI," ungkapnya.

Mulyono menegaskan, tujuan dari vaksinasi ini tidak lain untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, termasuk mencapai kekebalan kelompok untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved