Breaking News:

Detik-Detik Aksi Kejar-Kejaran Perwira Polisi Bawa Sabu 16 Kg, Lepas Tembakan, Terancam Hukuman Mati

Kabar oknum perwira di Polda Riau yang diduga menjadi kurir narkoba cukup mengejutkan. Tak sendiri, oknum perwira polisi itu ditangkap

Editor: Evan Saputra
Tribunpekanbaru.com/Dodi Vladimir
Polda Riau menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 16 kg yang melibatkan oknum polisi berpangkat Kompol di Mapolda Riau, Sabtu (24/10/2020). 

Akibat perbuatan yang dilakukan, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 
ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tersangka diancam hukuman mati atau penjara paling lama 20 tahun.

Disinggung sudah berapa kali dua kurir ini mengantar sabu, Victor menyatakan hal itu masih 
dalam pendalaman.

"Namun untuk yang satu (bukan oknum polisi,red) dia sudah 3 kali," bebernya.

Polda Riau menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 16 kg yang melibatkan oknum polisi berpangkat Kompol di Mapolda Riau, Sabtu (24/10/2020).
Polda Riau menggelar konferensi pers terkait pengungkapan narkotika jenis sabu seberat 16 kg yang melibatkan oknum polisi berpangkat Kompol di Mapolda Riau, Sabtu (24/10/2020). (Tribunpekanbaru.com/Dodi Vladimir)

Saat ditanyai ke mana sabu 16 kg itu akan dibawa tersangka, disebutkan Victor, hal itu juga 
masih didalami.

"Namanya jaringan, masih kita dalami. Karena tujuan kotanya pasti sesuai perintah 
pengendalinya. Mungkin si kurir ini belum diberitahu ke mana (akan dibawa), yang penting 
perintahnya dapat. Lalu dia serahkan," pungkasnya.

Kapolda Riau Beri Peringatan Keras

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, menyatakan jajarannya tak akan memberi 
ampun bagi para pelaku sindikat narkoba.

Menurutnya, narkoba sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kejahatan yang ada di 
wilayah Provinsi Riau.

Untuk itu, secara tegas ia mengungkapkan, jajarannya tidak akan memberikan ruang sedikit pun 
bagi pelaku narkoba untuk bertransaksi di wilayah Bumi Lancang Kuning.

Sepekan belakangan, ada 2 pengungkapan yang dilakukan Polda Riau.

Diantaranya 16 kg sabu, yang melibatkan 2 tersangka dengan salah seorang diantaranya 
merupakan oknum anggota polisi berpangkat Kompol.

Satu tersangka lagi bernama Hendry Winata. Penangkapan dilakukan di Jalan Soekarno Hatta, 
pada 23 Oktober 2020.

Pengungkapan berikutnya yakni 20 kg sabu.

Petugas sukses menggagalkan peredaran barang haram, dengan menangkap 2 orang tersangka, bernama Agustian dan Syahrul Nizam di Pelabuhan Roro Dumai, pada 12 Oktober 2020. Rencananya sabu akan dibawa ke Pekanbaru.

"Saya bersama seluruh jajaran, dengan Satgas Harimau Kampar akan melayani langkah para sindikat yang mencoba atau mengelola kejahatan ini. Saya akan buru mereka, saya yakin dengan apa yang saya punya, saya akan menemukan itu," ucapnya, saat ekspos pengungkapan narkotika,Sabtu (24/10/2020).

Ia merincikan, pada tahun 2020 ini, sampai saat sekarang sudah ada 2.300 tersangka dari berbagai bentuk kasus yang ditangkap.

2.100 diantaranya mereka, bahkan diketahui menjadi pengguna barang haram.

Jenderal bintang dua ini menuturkan, upaya memberantas narkoba, akan makin gencar dilakukan.

"Dengan demikian maka, upaya kita untuk memberantas narnoba, tidak lagi dengan cara jalan pelan-pelan. Tapi dengan cara yang agresif dan tegas," paparnya.

"Untuk itu Satgas Harimau Kampar, saya ingin sampaikan kepada publik terkait dengan orang-orang yang masih melarikan diri, untuk menyerahkan (diri). Antara lain Herry pemilik dan pengendali narkoba 16 kg ini," sebut Kapolda Riau lagi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Fakta-fakta Oknum
Perwira Polisi Bawa Sabu 16 Kg, Ditembak Saat Kabur, Terancam Hukuman Mati

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved