Breaking News:

Berita Pangkalpinang

dr Agusdianto Khitan Empat Ribu Bocah, Sukses Bangun Klinik Al Fatih Sunat Center 

dr Agusdianto (29) merupakan dokter muda yang bekerja sebagai dokter umum sekaligus entrepreneur sukses, Owner Klinik Al Fatih Sunat Center

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com/sela
Owner Klinik Al Fatih Sunat Center, dr Agusdianto (29) sekaligus sebagai dokter umum yang bertugas di Puskesmas Penagan, Mendobarat Bangka. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- dr Agusdianto (29) merupakan dokter muda yang bekerja sebagai dokter umum sekaligus entrepreneur sukses, Owner Klinik Al Fatih Sunat Center beralamat di Jl Jendral Sudirman, Airsalemba, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang.

Rumah Sunat Alfatih merupakan fasilitas layanan sunat modern, yakni menggunakan teknik klamp tanpa menggunakan jarum dan tanpa dijahit, sehingga sunat atau khitan menjadi nyaman, mudah dan aman. Terpenting lagi, proses kesembuhan lukanya juga paling cepat.

Dikatakan Agus selama kurang lebih dua tahun berdiri, kehadiran Rumah Sunat Alfatih disambut antusias oleh masyarakat Pulau Bangka. Bahkan saat ini ia sudah menangani pasien sunatan atau khitanan sebanyak empat ribu anak.

"Alhamdulillah kehadiran Rumah Sunat Alfatih ini sangat disambut antusias oleh masyarakat disini dan semoga ke depan cabangnya bisa lebih banyak lagi. Saat ini kita juga punya klinik gigi yang bekerja sama dengan dokter gigi. Semoga ke depannya terus berkembang lagi," kata Agus kepada Bangkapos.com, Senin (26/10/2020).

Awalnya kata  Agus, ia tertarik untuk membuka klinik tersebut karena terispirasi pada saat masih bekerja di sebuah knilik.

"Waktu itu saya pernah kerja di salah satu klinik, dari situ saya muncul semangat yang tinggi dan termotivasi untuk bisa buka klinik karena jika kita yang ownernya sendiri (pemilik -red) mudah ngembangin dan membantu juga lebih maksimal.

Alhamdulillah bisa tercapai dan kita juga adakan sunat gratis bagi anak-anak yang kurang mampu," katanya.

Namun selama Pandemi Covid -19, ia harus membatasi pasien yang akan melakukan sunat atau khitan, yakni sebanyak 10 orang dalam satu hari.

"Untuk menjaga keamanan kita juga menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP yang telah ditentukan dan selama pandemi ini memang untuk pasien kita batasi," tambah Agus.

Diakuinya selama pandemi ini anak-anak yang melakukan sunat atau khitan dalam sehari hanya 5 sampai 6 orang, tak sampai target 10 orang.

"Untuk yang sunat ini biasanya memang ramai waktu momen libur sekolah karena mungkin ada waktu libur," katanya.

Sementara itu, Agus juga bertugas di Puskesmas Penagan, Mendobarat, Kabupaten Bangka.

Sebagai dokter, selama situasi pandemi saat ini rasa takut dan khawatir akan terpapar tentu dialaminya.

Namun jika menjalankan tugas sepenuh hati, ikhlas dan tulus sesuai profesi maka rasa takut sedikit hilang demi menyelamatkan masyarakat.

"Rasa takut dan khawatir pasti ada tetapi sebagai dokter tentunya ini menjadi prioritas utama kita untuk melayani masyarakat dan dengan bisa membantu sesama ini menjadi kebanggaan tersendiri," kata Agus saat diwawancarai, masih dalam rangka Hari Dokter Nasional yang dirayakan Tanggal, 24 Oktober kemarin. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved