Breaking News:

Jakarta Darurat Begal Sepeda, Kolonel Marinir Jadi Korban Begal Sepeda Dekat Istana Merdeka

Jakarta Darurat Begal Sepeda, Kolonel Marinir Jadi Korban Begal Sepeda Dekat Istana Merdeka

istimewa
Seorang pesepeda yang belakangan diketahui perwira tentara menjadi korban begal di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, tak jauh dari Istana Merdeka. 

Baru-baru ini, Anjasmara membeberkan kronologi saat kejadian pembegalan menimpa dirinya.

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube STARPRO Indonesia, Kamis (22/10/2020).

Aktor berusia 44 tahun ini mengatakan kejadian pembegalan itu tiba-tiba terjadi begitu saja.

Ia pun tak menaruh curiga pada pengendara motor yang mulai memepet sepedanya ke bahu jalan.

"Saya lagi sepedaan di Sudirman, tiba-tiba dipepet sama motor warna putih dua orang boncengan," terang Anjasmara.

"Terus mereka pepet saya pegang-pegang baju saya, kebetulan saya memang jalannya lagi pelan," bebernya.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi lantaran dirinya teledor menyimpan barang berharga di saku belakang celananya.

Anjasmara kemudian menyadari jika sedang diincar oleh begal dan ada barang berharga miliknya yang juga menjadi incaran.

"Salahnya saya, saya simpan handphone di kantong belakang sebelah kanan, jadi agak nongol sedikit," kata Anjasmara,

Ia bahkan mengaku sempat pasrah dan tak ingin melawan saat kejadian tengah berlangsung.

Namun, Anjasmara merasa semakin terdiskriminasi, ia pun memutuskan untuk membela diri.

"Yang terlintas di pikiran saya ya sudah biarin saja kalau mau ambil handphone saya," jelas Anjasmara.

"Tapi di satu sisi kok kamu segitunya coba kamu bela diri sedikit, kondisi lagi jalan saya pasti jatuh," sambungnya.

Suami Dian Nitami ini tak main-main, pembelaan diri dilakukannya dengan cara memukul pelaku begal.

Karena itu mengakibatkan pelaku makin memepetnya ke pinggir jalan hingga dirinya terseret sejauh tiga meter.

Berkat aksinya, Anjasmara harus mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya.

"Akhirnya saya coba pukul kayaknya sih kena ya sudah saya jatuh alhamdulillah handphone-nya kelempar."

"Saya waktu itu terseret sekitar tiga meter."

"Cuma bahu sebelah kiri baju sama pinggang robek kebeset-beset, helm saya pecah," paparnya.

Disinggung soal trauma bersepeda, Anjasmara mengungkapkan akan beralih track.

"Saya sedang berpikir untuk bike runner saja," ucap Anjasmara.

Khawatir dengan benturan di kepalanya, Anjasmara kemudian menjalani pemeriksaan MRI.

Beruntung hasilnya baik, ia hanya harus mengenakan penyangga leher saja untuk mengembalikan posisi tulangnya.

"Hasilnya baik tidak ada pendarahan di otak cuma tulang leher saja harus pakai penyangga," tandasnya.

Tembak di tempat

Polisi membentuk tim khusus untuk menangani dan bakal melakukan tindakan tegas tempat di tempat kepada pelaku aksi begal.

Pelaku aksi begal tak kenal waktu dan tempat.

Pada siang hari di pusat keramaian dan dekat kantor polisi pun mereka beraksi.

Dua kasus terakhir salah satunya terjadi tak jauh dari pos polisi di dekat Bundaran Hotel Indonesia atau di depan Hotel Mandarin.

Korban pesepeda berinisal TL (52) menjadi korban tindak kejahatan di depan Hotel Mandarin sekitar pukul 08.30 WIB.

Korban yang baru berpisah dari kelompoknya dipepet pelaku yang bersepeda motor hingga terjatuh dan mengalami luka-luka di kakinya.

Mantan pengurus PB ISSI itu melawan para pelaku kejahatan saat handphone miliknya dijambret.

Sementara itu, Jumat (23/10/2020), pesepeda wanita berinisial P (36) nyaris menjadi korban begal saat bersepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat.

Saat berjalan di depan Gedung TVRI pukul 09.00 WIB, P merasa ada yang membuntuti dan melihat dari spion sepedanya ada penunggang motor yang membuntuti dekat di belakangnya.

Dia berhenti dan menghardik penunggang motor tersebut yang langsung tancap gas.

P kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Jendral Gatot Subroto.

Namun, di depan Gedung DPR/MPR, dia kembali dibuntuti dan dipepet dua pria yang berboncengan sepeda motor.

Pembonceng berusaha mengambil tas yang diletakkan di keranjang sepeda.

Namun P menendang tangan si pemotor sambil terus bersepeda.

Lalu, P bergerak ke pinggir jalan yang terdapat beberapa sopir taksi sedang berkumpul. Lantas, dia meminta bantuan kepada para sopir taksi.

Komplotan begal langsung berputar dan berjalan melawan arus ke arah Slipi.

Kejadian lainnya, Minggu (18/10/2020), Roland Kristiawan (50) menjadi korban penjambretan di depan lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.00 WIB.

Dia sedang bersepeda bersama dua anaknya dan dijambret dari belakang.

Tas pinggang berisi ponsel lenyap disambar penjambret bersepeda motor.

(*/ Malvyandie Haryadi)

Sebagian artikel telah tayang di Warta Kota dengan judul: VIRAL Pesepeda Perwira Marinir Dibegal di Dekat Istana Medeka, Jakarta Darurat Begal Sepeda dan juga telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kolonel Marinir Jadi Korban Begal Sepeda: Berikut Sejumlah Kasus Serupa di Ibu Kota

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved