Breaking News:

Penanganan Covid 19

Kisah Dokter Anestesi Tangani 10 Pasien Covid-19, Pernah Was-Was tapi Tetap Pahami Prokes

Sejak bulan Marer 2020 lalu terhitung hampir tujuh bulan, seluruh masyarakat mengalami rasa cemas dari wabah virus corona (Covid-19).

Ist/dr Farhan
Ahli Anestesi dan Intervensi Nyeri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Farhan Ali Rahman. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sejak bulan Marer 2020 lalu terhitung hampir tujuh bulan, seluruh masyarakat mengalami rasa cemas dari wabah virus corona (Covid-19).

Rasa was-was pun tak dipungkiri tentu saja dirasakan Ahli Anestesi dan Intervensi Nyeri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Farhan Ali Rahman..

Apalagi dirinya harus kontak langsung saat menangani pasien terpapar covid-19.

"Saat awal corona, semua orang masih merasa penyakit ini misteri dan belum diketahui bahkan saya sempat menulis tulisan tentang was-was atau kegelisahan kita, dokter anestesi memasang alat kepada paru-paru pasien covid-19. Ibaratnya jarak jauh saja takut, apalagi jarak dekat yang harus dibuka mulutnya," ungkap dr Farhan, Senin (26/10/2020).

Setelah dirinya memasangkan alat medis kepada pasien, ia juga melakukan swab rutin sudah hampir lima kali.

"Hasilnya negatif maka dari situ saya juga belajar bahwa asalkan menerapkan protokol kesehatan, menggunakan APD sesuai standart WHO dan Kemenkes RI serta displin. InsyaAllah akan terhindar kalau secara syariatnya. Awalnya ada rasa takut tetapi sudah ada pemahaman baru bahwa covid-19 tidak mudah menular bila tetap menerapkan prorokol kesehatan yang berlaku," kata dr Farhan.

Ia menyarankan agar terus menjaga jarak saat berinteraksi, bila ada pertemuan laksanakan di luar ruangan, menggunakan masker dan mencuci tangan.

"Silahkan berinteraksi asalkan menerapkan protokol kesehatan, agar ekonomi pulih dan kesehatan tetap terjaga," sebutnya.

dr Farhan mengaku, sudah mulai bertugas menanggani pasien terpapar Covid-19, secara SK Rumah Sakit sejak awal Covid-19 pada bulan Maret 2020 lalu.

Namun untuk SK Gubernur menjadi anggota Tim Evaluasi Rumah Sakit Penanggulan Covid-19 di Babel yang dibentuk dalam rangka meningkatkan standart rumah sakit sesuai dengan SOP itu pada tanggal 9 Oktober 2020.

Halaman
123
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved