Breaking News:

Penanganan Covid 19

Pemda Harus Lakukan Dua Skenario Ini Jika Mencabut Aturan PSBB di Masa Pandemi Covid-19

Pemerintah daerah harus melakukan dua rasional skenario saat mencabut aturan pembatasan sosial skala besar (PSBB).

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta memberikan imbauan kepada pengendara motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan PSBB selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pembatasan sosial skala besar (PSBB) sempat diberlakukan di sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta saat ini memperpanjang pemberlakuan PSBB transisi di tengah pandemi Covid-19.

Sementara sejumlah pemda sudah mencabut penerapan PSBB seiring membaiknya penanganan Covid-19.

Anggota Tim Pemodelan Covid-19 FKMUI, dr Iwan Ariawan menyatakan pemerintah daerah harus melakukan dua rasional skenario saat mencabut aturan pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Hal itu berguna untuk menekan jumlah penularan Covid-19 secara efektif.

Pertama, saat penduduk diizinkan beraktivitas secara bertahap, maka penduduk harus berperilaku untuk mengurangi risiko penularan, yaitu dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan).

Baca juga: Vaksin Lebih Aman Tanpa Efek Samping Adalah Gerakan 3M

Baca juga: Perekonomian Lumpuh Bukan Karena PSBB tapi Pandemi Covid-19 yang Belum Terkendali

Baca juga: Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia Capai 80 Persen, dr Reisa Optimistis Corona Dapat Disembuhkan

"Di masyarakat ini yang sudah digembar-gemborkan oleh pemerintah yaitu protokol kesehatan. Ini adalah bukti dari publikasi ilmiah yang ada tentang protokol kesehatan," ujar dalam webinar Bappenas RI, Jumat (23/10/2020).

Perilaku cuci tangan pakai sabun itu kalau dari beberapa penelitian tentang covid 19 bisa menurunkan risiko atau resiko tertularnya itu kurang lebih 35 persen.

Kemudian, menggunakan masker kain bisa menurunkan resiko kurang lebih 45%.

Jika menggunakan masker bedah bisa menurunkan resiko sebesar 80%.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved