Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sepanjang 2020, Terjadi 21 Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Pangkalpinang

Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pangkalpinang dari Januari-Agustus ada 18 kasus, dan bulan September-Oktober 3 kasus

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty mengatakan kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pangkalpinang dari Januari-Agustus ada 18 kasus, dan bulan September-Oktober 3 kasus, total sepanjang tahun 2020 ada 21 kasus kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pangkalpinang setiap harinya selalu berubah-ubah.

"Kasus kekerasan ini setiap hari berubah, hampir setiap hari ada perubahan kalau dikatakan banyak tidak juga, tapi kekerasan di Kota Pangkalpinang masih bisa ditoleransi," kata Eti kepada awak media usai acara Pencegahan Kekerasan dan Kenakalan Terhadap Anak Provinsi Bangka Belitung di Sun Hotel, Senin (26/10/2020)

Dia menyebutkan, macam-mcama kekerasan yang dilakukan kepada anak-anak, mulai dari fisik, psikis, dan seksual.

Rencananya akan dibentuk Kota Layak Anak (KLA) di Kota Pangkalpinang akan mengurangi nilai-nilai kekerasan yang ada.

"Kami terus berusaha agar anak-anak di Kota Pangkalpinang ini dapat diedukasi sehingga mempunyai nilai yang positif," sebutnya

Dia menyebutkan, peran orang tua dalam mengantisipasi kekerasan terhadap anak sangat penting.

"Andaikan orang tua itu ada niat yang kurang baik memperlakukan terhadap anaknya maka untuk mencapai KLA itu kita berkurang sedangkan kita sedang mencari nilai yang sangat baik agar KLA mendaptkan nilai yang positif," jelasnya

Dia menyebutkan, yang menjadi sasaran Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang agar para orang tua dapat teredukasi seperti dengan melaksanakan kegiatan workshop Pencegahan Kekerasan dan Kenakalan Terhadap Anak Provinsi Bangka Belitung di Sun Hotel, Senin (26/10) ini.

Untuk itu Eti berharap, agar nantinya dapat memberi edukasi kepada orang di sekitar tentang kekerasan terhadap anak.

"Harapan kita agar jangan sampai usia anak yang seharusnya dilindungi tapi malah terjadi kekerasan sehingga mental mereka akan rusak jika dilakukan terus menerus sehingga potensi anak yang sebenarnya dapat dijadikan sumber positif dengan adanya kekerasan sehingga mental anak jadi terganggu," ungkap Eti.

( Bangkapos.com / Andini Dwi Hasanah )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved