Breaking News:

Beginilah Hukuman Sadis Jika Anggota Kopassus Gagal Jalankan Tugas Negara, Pantas Mereka Ditakuti

Setiap calon atau anggota Kopassus TNI AD harus mempunyai kemampuan di atas rata-rata dari tentara reguler.

Editor: fitriadi
EDDY HASBY/Kompas.com
Ilustrasi Prajurit Kopassus di medan perang. 

BANGKAPOS.COM - Tidak sembarang prajurit bisa masuk Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.

Anggota Kopassus adalah prajurit pilihan terbaik di jajaran TNI Angkatan Darat.

Karena itu, Kopassus  jadi pasukan yang sangat ditakuti dunia akibat ketangguhan mereka di medan perang.

Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI.

Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror

Baca juga: Sersan Mayor Maksum Qori Terbaik di Kopassus, Sebut Naik Haji dan Umrah Gratis karena Hidayah Allah

Baca juga: KOPASSUS Pernah Gerebek Padepokan Dukun Kebal Senjata, Ini Alasan Masuk Akalnya

Baca juga: Kisah Intelejen Kopassus Menyamar dari Pedagang Buah Durian hingga Saling Tembak Sesama Anggota

Sebagai kesatuan khusus yang ditugaskan untuk merebut, menguasai atau menghancurkan sasaran strategis (bukan taktis), Kopassus selalu menjadi pilihan pertama.

Tak pelak setiap calon atau anggota Korps Baret Merah harus mempunyai kemampuan di atas rata-rata dari tentara reguler.

Jika melaksanakan operasi baik militer maupun non militer mereka dituntut harus berhasil, tak menerima kegagalan.

Nah, ada cerita menarik dari salah seorang anggota Kopassus yang dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya.

Kopassus
Kopassus (tribunnews)

Dikutip dari Tribun Jambi pada Sabtu (22/12), Pelda Suwito, seorang prajurit Kopassus menceritakan bagaimana dulu para pelatih menempanya sangat keras.

Usai dikukuhkan menjadi prajurit komando bukan berarti Suwito dkk bisa berleha-leha layaknya mahasiswa habis wisuda.

Mereka langsung diterjunkan ke medan perang di Timor Timur kala itu.

Jika gagal dalam menjalankan tugas maka hukuman menanti mereka sekembalinya ke basis kesatuan.

"Pengalaman saya jika tugas perang Timor Timur dan tidak berhasil mendapatkan senjata musuh, sudah pasti tidurnya di kandang sapi!" kata Pelda Suwito.

Saat itu di Grup 2 Kopassus di Kartasura, banyak sapi.

Prajurit yang gagal akan ditidurkan bersama sapi.

Bukan hanya itu saja.

Prajurit yang gagal bakal ditempa, dilatih lebih keras lagi, kemudian ditugaskan kembali ke medan perang.

Kalau gagal lagi? Ya tidur bersama sapi lagi.

"Dilatih lagi tiga bulan, diberangkatkan lagi enam bulan."

"Kalo gagal lagi, tidur sama sapi lagi," kata Pelda Suwito.

Pelatih lebih menakutkan dari pada setan sekalipun

Seperti diungkapkan oleh Pelda Suwito di atas.

Pelatih akan menempa siswa komando sangat keras dan tak pandang bulu.

Bayangkan saja, saban hari fisik dan mental siswa digojlok sampai benar-benar habis.

Mereka disuruh latihan di gunung, hutan, rawa, terjun payung hingga di laut.

Stress, lapar, lelah ditambah 'siksaan' dari para pelatih menjadi teman akrab sehari-hari siswa komando.

Makanya mereka punya anggapan lebih takut dengan para pelatih bertopi merah dari pada setan sekalipun.

"Kami tidak takut setan, lebih takut pelatih," menjadi semacam semboyan tak resmi para siswa komando Kopassus ketika digembleng di Pusdikpassus.

(Grid.hot.id/Seto Ajunugroho)

(Artikel ini sudah tayang di hot.grid id dengan judul Jadi Pasukan yang Ditakuti Dunia, Prajurit Kopassus Nyatanya Lebih Takut dengan Para Pelatih Dibanding Setan Semengerikan Apapun, Anggota Ungkap Hukuman Sadis untuk Mereka yang Gagal Jalankan Tugas Negara

Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved