Advertorial
Kelurahan Opas Indah Tak Lagi Kawasan Kumuh
Berada di aliran Sungai Rangkui membuat sebagian kawasan di Kelurahan Opas Indah Kota Pangkalpinang, terlihat kumuh akibat banyaknya sampah yang menga
Penulis: iklan bangkapos | Editor: nurhayati
Berada di aliran Sungai Rangkui membuat sebagian kawasan di Kelurahan Opas Indah Kota Pangkalpinang, terlihat kumuh akibat banyaknya sampah yang mengalir di sepanjang aliran sungai tersebut.
Tak hanya sampah penyebab lain sehingga kawasan ini terbilang kumuh karena sebagian warganya tidak memiliki septic tank sehingga membuang kotorannya langsung ke sungai.
Namun kini wajah kumuh di Kelurahan Opas Indah semakin menghilang, dengan adanya kolaborasi semua pihan baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat dengan prinsip menggunakan “satu data, satu peta, dan satu perencanaan” dan disusun masterplan serta peta keterpaduan penanganan kawasan kumuh.
Hal ini pun diungkapkan Lurah Kelurahan Opas Indah, Juni saat membeberkan berbagai upaya guna menciptakan kawasan tidak kumuh.
“Program Kotaku langsung dari Kementerian PUPR. Jadi mereka melakukan penataan skala kawasan di Kelurahan Opas Indah. Ada jalan inspeksi sepanjang 850 meter, terus juga ada membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk warga,” ujar Juni, Senin (26/10).
Juni menambahkan untuk IPAL sebanyak 70 kepala keluarga akan mendapatkan fasilitas, terutama kepada masyarakat yang tak memiliki septic tank.
“Indikator kumuh itu salah satunya bisa dilihat dari pembuangan limbahnya, dulu warga membuang air besar sembarangan, terus juga banyak yang membuang sampah di aliran sungai karena sebelumnya tak ada WC. makanya dengan cara kolaborasi antar program dibikin septic tank komunal yang bisa menampung 70 kepala keluarga dan ini efektif,” tutur Juni.
Selain itu Kelurahan Opas Indah, juga menerima bantuan berupa dua unit sepeda motor pengangkut sampah, sebagai kendaraan operasional guna menciptakan kawasan bebas sampah.
“Sampah sekarang kita sudah ada bantuan dari program Kotaku yaitu motor sampah, terus dari Pemkot Pangkalpinang ada mobil satgas dua unit. Jadi saat ini permasalahan sampah udah gak ada lagi, kendaraan itu akan kita jalankan sebagaimana mestinya agar masalah sampah dapat teratasi,” jelas Juni.
Dengan berbagai upaya dari pemerintah, Juni berharap masyarakat terutama RT 01 hingga RT 04 Kelurahan Opas Indah dapat menjaga dan memelihara kawasan agar tak lagi dikenal sebagai kawasan kumuh.
“Untuk penataan skala kumuhnya dari kumuh menjadi tidak kumuh lagi, kita mengharapkan kesadaran dari masyarakat. Pemerintah juga dalam hal ini dari pihak kotaku mereka perlahan-lahan mengubah wajah kumuh menjadi tidak kumuh, berharap masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” harap Juni.
Sementara itu Ketua RT 03 Kelurahan Opas Indah, Said Effendi mengungkapkan dampak positif setelah beberapa infrastruktur dan fasilitas dibangun guna menjadikan kawasan tidak kumuh.
“Dampaknya besar kalau kemarin kumuh orang gak punya akses kesini. Sekarang orang punya akses dan lebih teratur, terus juga pemandangannya gak kumuh lagi, terus akses juga banyak yang kesini banyak juga yang penasaran,” ucap Effendi.
Lebih lanjut mengenai IPAL dikatakannya sangat membantu masyarakat tak lagi membuang air besar secara sembarangan.
“Sebelumnya mereka buang sembarangan, jadi mereka punya kamar mandi tapi gak punya septic tank. Jadi mereka punya pipa dialihkan ke bandar. Maka setelah dibangun nanti dialirkan kesini tempat pengelolaan limbah untuk sanitasi dan ini sangat bagus agar kawasan ini dapat berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya. (Advertorial/r4)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jalan-inspeksi-bore-file.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rembug-warga-terdampak.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kegiatan-jumat-bersih-kelurahan-opas-indah.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kondisi-kawasan-sebelum-dibangun.jpg)