Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mengerikan, Kisah Mistis Pawang Buaya Didatangi Dua Perempuan Berjubah, Hindari Pantangan Ini

Kisah kemunculan buaya viral lagi di Bangka Belitung, seiring munculnya predator ganas tersebut di sejumlah sungai hingga lautan tepi pantai

Penulis: Fery Laskari | Editor: Fery Laskari
kolase bangkapos.com/youtube Bang Mael Bangka dan kompas.com
Bang Mael Bangka sedang meruqyah. (insert ilustrasi foto buaya) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kisah kemunculan buaya viral lagi di Bangka Belitung, seiring munculnya predator ganas tersebut di sejumlah sungai hingga lautan tepi pantai di daerah ini. Cerita buaya tak lepas pada kisah mistis, yang kadang tak masuk akal. Namun demikian, cerita itu langsung yang diumbar oleh sang pawang atau penakluk si gigi gergaji.

Misteri buaya pemangsa warga di Desa Kimak, Almarhum Sangkuriang alias Siankuri alias Biel (40), misalnya.

Kisah ghaib mencuat di balik musibah yang menimpa korban, Tahun 2016 silam.

Sang Pawang, Mang Syarif ketika itu berceloteh soal mimpi-mimpi mistisnya, sebelum perburuan membuahkan hasil di Sungai Lubuk Bunter Desa Kimak Kecamatan Merawang Bangka.

Tak hanya bercerita soal mimpi yang jadi petunjuk, pawang buaya asal Desa Buktlayang Kecamatan Bakam Bangka ini, tak segan-segan bercerita seputar mahkluk astral tempoe dulu. Hanya saja, ada beberapa penggal kisah, yang tak mau dia buka di hadapan wartawan.

"Yang sudah berhasil kita tangkap ini (buaya hitam) jenis kelaminnya betina. Gigi buaya ini sudah banyak yang patah. Beberapa diantaranya hanya kelihatan tunggul gigi (bekas patahan lama) berwarna hitam. Ada sepuluh gigi di barisan paling depan yang patah," kata Mang Syarif ditemui di Lapangan Bola Desa Kimak, empat tahun silam, Senin (28/11/2016).

Jika buaya sudah patah giginya, itu berarti kata Mang Syarif, predator pernah atau bahkan sering menggigit manusia. "Itu tandanya dia (buaya) sudah sering menerkam manusia. Setiap makan orang, giginya pasti akan patah. Memang begitu sumpah buaya. Men ngigit urang, giegi e ngerebes (kalau gigit manusia gigi buaya akan rontok -red)," katanya.

Lalu bagaimana soal desas-desus warga yang menyebut, buaya hitam yang tertangkap merupakan buaya peliharaan ghoib 'orang pintar' di suatu tempat? Mang Syarif diam sejenak, sebelum menjawab pertanyaan wartawan. "Orang kampung yang tua-tua disini (Desa Kimak) pasti tahu kalau soal itu. Yang jelas, buaya hitam ini sudah pernah menerkam orang, sehingga harus ditangkap," elaknya.

Menurut Mang Syarif, jika buaya itu tak segera ditangkap, maka akan banyak korban selanjutnya yang jadi santapan. "Sebenarnya buaya itu tak gampang memangsa manusia, kecuali urang e kepoen (kecuali korban melanggar pantangan). Selain itu, buaya kalau sudah pernah merasakan darah manusia, maka dia akan ketagihan," katanya.

Lalu apakah itu berarti, Korban, Sangkuriang alias Siankuri alias Biel kepun alias melanggar pantangan ghaib sehingga dimangsa buaya? Lagi-lagi, Mang Syarif, diam sejenak sebelum menjawab. "Kalau soal itu, biar saya saja yang tahu, tak perlu diceritakan," elaknya, seolah menyimpan rahasia mistis.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved