Breaking News:

Penanganan Covid 19

Rawat Pasien Covid-19 , Dokter Spesialis Paru Adi Rosadi Bersyukur Jadi Perantara Allah Bantu Sesama

Dokter Spesialis Paru, dr Adi Rosadi SpP bertugas menangani pasien terpapar Covid-19.

Rawat Pasien Covid-19 , Dokter Spesialis Paru Adi Rosadi Bersyukur Jadi Perantara Allah Bantu Sesama
Ist/dr Adi Rosadi
Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sekaligus Dokter Spesialis Paru, dr Adi Rosadi SpP

BANGKAPOS.COM , BANGKA --Terhitung tujuh bulan sejak 1 Maret 2020, Dokter Spesialis Paru, dr Adi Rosadi SpP bertugas menangani pasien terpapar Covid-19.

Pria yang dipercayai sebagai Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang ini mengaku rata-rata menangani 2 hingga 8 pasien yang terpapar Covid-19 sehari yang dirawat di ruang isolasi khusus Covid-19.

Tidak ia pungkiri, rasa khawatir saat merawat pasien ini tentu ada dirasakan, tetapi hal itu tak membuat dirinya menyerah dalam menjalankan tugasnya yang mulia.

"Hampir semua orang termasuk tenaga kesehatan ada kekhawatiran tertular virus corona tetapi kekhawatiran tersebut dikalahkan oleh tugas yang yang harus diemban dalam rangka mengobati dan mengusahakan kesembuhan pasien Covid-19," ungkap dr Adi, Selasa (27/10/2020).

Menurut pengalaman dalam menangani pasien, ia melihat kondisi pasien terpapar Covid-19 sebagian besar hampir 80 persen bergejala ringan, 15 persen bergejala berat dan sisanya kritis dan mengancam jiwa.

Jadi bisa disebutkan ada potensi berbahaya karena virus corona ini, maka penting sekali mencegah dengan cara menerapkan protokol kesehatan.

Diungkapkan dr Adi terkait profesi sebagai dokter yang ia tekuni selama ini, ia merasa bersyukur.

"Saya merasa sangat bersyukur dan mendapatkan kehormatan diberikan oleh Allah SWT profesi sebagai dokter karena tugas utamanya adalah sebagai perantara Allah SWT dalam meringankan penderitaan seseorang akibat penyakitnya dan sedapat mungkin meyembuhkannya," kata dr Adi.

Disingung tentang penghasilan sebagai dokter, ia merasa sudah cukup.

"Alhamdulillah penghasilan sebagai dokter dari gaji dan insentif sebagai ASN disertai praktek di RS swasta dan praktek mandiri sudah lebih dari cukup," lanjutnya.

Dalam momentum Hari Dokter Nasional yang diperingati tanggal 24 Oktober 2020 kemarin, ia berpesan setiap dokter harus senantiasa berniat baik untuk meringankan penderitaan pasien dan tidak boleh disusupi niatan diluar menolong sesama.

"Jangan lupa juga di masa pandemi ini untuk menerapkan protokol kesehatan, yang adalah cara terbaik untuk bisa bebas dari pandemi Covid-19 karena vaksinasi masih memerlukan waktu panjang minimal sampai dengan Maret 2021 untuk bisa diterapkan secara aman dan efektif di masyarakat," tutur dr Adi.

( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita ) 

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved