Breaking News:

Hanya Ada di Pulau Bangka, Ketika Maulid Nabi Dirayakan Bak Lebaran Idul Adha dan Idul Fitri

Makanan khas lebaran, seperti Ketupat dan Lepat lengkap dengan lauk pauknya serta beraneka ragam kue jamak tersedia

http://belitung.tribunnews.com
Maulid Nabi Muhammad SAW 

Warga Mojokerto, Jawa Timur punya cara tersendiri dalam rangka merayakan Maulid Nabi.

Masyarakat akan menggelar tradisi Karesan dengan cara perebutan hasil bumi yang digantung di pohon kersen.

Istilah Keresan sendiri berasal dari kata 'kersen' atau pohon kersen.

Pohon kersen merupakan jenis yang pohon yang dikenal mampu tumbuh lebat dalam waktu singkat.

Pohon ini memiliki buah kecil berbentuk bulat dan berwarna merah yang bentuk mirip buah ceri.

Di daerah lain, pohon kersen juga dikenal sebagai pohon talok.

Hasil bumi disusun secara rapi di bawah kedua pohon kersen tersebut.

Hasil bumi tersebut di antaranya nanas, kelapa muda, terong, jagung, nangka, dan lainnya.

Sebagai pelengkap, di 2 pohon tersebut turut digantung sejumlah kebutuhan pokok yang meliputi pakaian, topi, sandal, sepatu, hingga jas hujan.

4. Baayun Maulid (Banjarmasin)

Warga Banjarmasin akan menggelar tradisi Baayun Maulid untuk merayakan Maulid Nabi.

Mulai dari bayi hingga orang dewasa akan ikut serta dalam tradisi ini.

Mereka telah menyiapkan ayunan yang dihiasi dengan benda-benda tradisi Banjar.
Hiasan yang dipasang juga memiliki makna.

Misalnya janur yang disebut ular lidi yang berada di atas ayunan, memiliki makna kebersihan.

Simbol itu melambangkan harapan agar orang yang diayun akan selalu senang dengan kebersihan.

5. Tradisi Hias Perahu (Tangerang)

Warga Kali Pasir Tangerang punya cara unik tersendiri dalam memperingati Maulid Nabi.

Mereka akan mengemas tausiyah dan pengajian dengan cara mengarak perahu kertas berukuran besar ke aliran sungai Cisadane.

Kurang lebih ada sepuluh perahu kertas yang diarak warga dan dibuat hanya dalam kurun waktu dua sampai tiga hari.

6. Tradisi Bungo Lado (Padang Pariaman)

Satu perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia yang menarik adalah tradisi Bungo Lado di Kabupaten Padang Pariaman.

Tradisi Bungo Lado merupakan satu dari representasi masyarakat terhadap kebudayaan Islam.

Bungo Lado secara harfiah berarti 'bunga cabai'.

Wujud Bungo Lado adalah pohon hias yang berdaunkan uang atau yang biasa disebut juga pohon uang.

Bungo Lado merupakan perwujudan euforia masyarakat dalam menyambut hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW.

Dalam pelaksanaan Bungo Lado, masyarakat dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menghias pohon masing-masing.

Melalui kegiatan menghias pohon tersebut, masyarakat sama saja berlomba dalam kebaikan, yakni menyumbangkan uang yang biasanya digunakan untuk keperluan pembangunan masjid atau kesejahteraan masjid.

Nominal uang yang dipasang pada ranting-ranting pohon mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 100.000.

Uang yang terkumpul bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah setiap pohonnya.

Keutamaan dan Amalan Utama Maulid

Malam kelahiran Nabi adalah malam yang sangat mulia.

Tidak ada anjuran khusus dalam mengamalkan peringatan tersebut.

Umat Islam hanya dianjurkan membaca shalawat nabi sebanyak-banyaknya.

Shalawat nabi ini sebagai ungkapan rasa cinta kepada Baginda Rasul.

Adapun bacaan shlawat nabi lengkap adalah sebagai berikut:

Shlawat nabi itu dapat dibaca pagi, siang, sore, atau setelah mengerjakan salat lima waktu.

Selain itu, membaca shalawat nabi juga memiliki 5 keutamaan, antara lain:

1. Dikabulkan doanya.


"Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya." (HR Thabrani).

2. Dijanjikan pahala berlipat


Rasuullah SAW bersabda, "Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

3. Diangkat derajatnya.


'Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula'. (HR Ahmad).

4.Dikumpulkan di surga bersama Nabi


"Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku." (HR Tirmidzi).

5. Mendapatkan syafaat Nabi


"Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat." (HR Muslim).

Tak hanya membaca selawat.

Umat Islam juga dianjurkan sedekah, berbuat kebaikan, bersolek diri dan mengungkapkan kebahagiaan di hari Maulid Nabi.

Penulis: Iwan Satriawan (Wan) CC
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved