Breaking News:

Penanganan Covid 19

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Tengah Pandemi Covid-19 , Kemenag Imbau Terapkan Prokes

Menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal tahun ini jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
bangkapos/zulkodri
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, di Kampung Meleset kelurahan Ketapang Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Sabtu (2/12/2017) lalu. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA --Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal tahun 2020 ini jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020.

Pada tahun biasanya, masyarakat di Bangka Belitung kerap kali mengadakan berbagai kegiatan.

Seperti adat Nganggung di masjid, perlombaan Islami dan arak-arakan kampung yang dapat menimbulkan kerumunan.

Menanggapi tradisi ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bangka Belitung, Muhammad Ridwan mengimbau untuk memperingati hari kelahiran Rasullulah di tengah pandemi dengan sederhana dan menerapkan protokol kesehatan.

"Kita sudah sampaikan imbauan kepada kabupaten/kota lewat KUA bahwa pelaksanaan Maulid Nabi SAW tahun ini dilaksanakan secara sederhana artinya tidak mengumpulkan orang banyak. Kalaupun ada untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Secara nasional juga dilaksanakan," jelas Ridwan saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (28/10/2020).

Memang tak dipungkiri, budaya dan tradisi saat merayakan momentum ini ada tetap dilaksanakan sehingga penerapan sosial distancing, menggunakan masker, dan mencuci tangan harus diutamakan.

" Maulid Nabi SAW ini memaknai hari kelahiran Rasulullah tentu disamping mengenang sejarah nabi tetapi juga mengambil hikmah sebagai Rasulullah yang diutus Allah membawa ajara Islam dengan kitab Al Quran dan sunnah nabi serta bagaimana menjalankan ajaran-ajaran tersebut," kata Ridwan.

Di tengah pandemi ini, Kementerian Agama mengeluarkan tema dari memaknainya "Dengan Spirit Maulid Nabi SAW, Kita Junjung Tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan".

"Jadi itu maknanya erat kaitan dengan kondisi covid-19 ini. Banyak yang terpapar, tetap kita mengendapankan kemanusiannya. Misalnya dia sakit diupayakan pengobatannya, yang terkena dia wafat untuk pengurusan jenazah tetap mengedepankan kemanusian, walaupun dengan cara-cara yang berbeda seperti tidak bisa dikunjungi keluarga. Itu makna tahun ini dalam peringatannya," jelas Ridwan.

( Bangkapos.com / Cici Nasya Nita )

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved