Breaking News:

Berita Kriminalitas

Pria Ini Berikan Uang Sepuluh Ribu Saat Korban Menangis Akibat Aksinya

Seorang pria bernama Sarbani alias Bani (51) Warga Pintuair, Rangkui Pangkalpinang, ditangkap Unit Reskrim Polsek Pangkalanbaru.

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com
Ilustrasi anak korban pencabulan 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Seorang pria bernama Sarbani alias Bani (51) Warga Pintuair, Rangkui Pangkalpinang, ditangkap Unit Reskrim Polsek Pangkalanbaru.

Bani diduga melakukan tindakan pelecehan seksual atau pencabulan, terhadap anak usia di bawah umur, Mawar (14)  nama samaran, pelajar sebuah sekolah menengah pertama (SMP).

Aksi bejad tersebut diduga dilakukan Bani di rumah korban. Peristiwa itu terjadi, saat Mawar sedang memasak mie instan di dapur yang disuruh EH (47), ibunya.

Kasus ini terungkap, setelah korban memberitahukan, perbuatan pelaku kepada ibunya.

Mendengar hal itu, EH langsung mendatangi Polsek Pangkalanbaru dan melaporkan kejadian ini, Selasa (27/10/2020) sekitar Pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan laporan EH, menyebutkan pelaku datang bertamu ke rumah mereka, Senin (26/10/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

Pada saat itu pelaku yang bertamu ke rumah, duduk dan berbincang di pondok samping rumah, bersama orang tua mawar.

Sekitar Pukul 22.00 WIB, pelaku meminta kepada korban, untuk memasak mie instan dan membuat segelas kopi, karena ia merasa lapar.

Tapi saat korban sedang memasak mie instan di dapur, pelaku tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju dapur.

Ketika pelaku tiba di dapur, pelaku menanyakan mie instan apakah sudah masak seraya pelaku merabah dan meremas bagian sensitif milik korban menggunakan tangan kanan.

Kapolsek Pangkalanbaru, AKP Robby Ansyari mengatakan, pelaku telah diamankan di Polsek Pangkalanbaru.

"Iya, sudah kita amankan, saat ini sedang kami proses sesuai hukum yang berlaku," kata AKP Robby Ansyari kepada Bangkapos.com, Rabu (28/10/2020)

Kata Robby, pelaku melakukan perbuatan itu, menggunakan tangan kanan memegang dan meremas bagian pribadi, anak yang baru berusia 14 tahun.

Kemudian pelaku memberikan uang sebesar Rp10 Ribu kepada korban karena korban menangis. Akibat kejadian tersebut korban Mawar trauma, dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Pangkalanbaru.

"Hari ini kami amankan.  Sebelum pelaku ditangkap, pelaku mendatangi rumah korban dan meminta maaf kepada orang tua korban dan pelaku mengakui khilaf atas semua kejadian tersebut," kata Kapolsekseraya menyebut barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian berupa satu unit sepeda motor milik pelaku dan uang Rp10 Ribu. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved