Breaking News:

Penanganan Covid 19

44,9 Juta Warga Indonesia Yakin Tidak Akan Terpapar Virus Covid-19

Data BPS per 14 September hingga 21 September menunjukan sebanyak 17 persen masyarakat Indonesia merasa tidak akan terpapar Covid-19.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Yuranda
Masyarakat yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah, disanksi push up, di Pasar Kaget Air Item, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Selasa (22/9/2020). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Dari ratusan juta penduduk Indonesia, ternyata banyak juga yang tidak yakin dirinya bisa terpapar Covid-19.

Jumlah warga yang tidak percaya virus corona terbilang tinggi mencapai lebih dari 40 juta orang.

Tentu saja ini menjadi perhatian pemerintah terutama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) per 14 September hingga 21 September menunjukan sebanyak 17 persen masyarakat Indonesia merasa tidak akan terpapar Covid-19.

Menurut Doni, angka tersebut cukup tinggi karena jika ditotal dengan seluruh masyarakat Indonesia mencapai lebih dari 40 juta orang.

Hal itu disampaikan Doni salam webinar bertajuk Anak Muda Bawa Perubahan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Inilah Inovasi Baru Penanganan Corona yang Diluncurkan Satgas Covid-19

Baca juga: Tips Liburan Aman agar Terhindar Covid-19 dari dr Reisa Brotoasmoro, Yuk Simak di Sini

Baca juga: UPDATE Covid -19 di Babel, Ayah dan Anak Terinfeksi hingga Ada Penambahan dari Empat Kabupaten/Kota

"Masyarakat kita yang merasa tidak akan mungkin terpapar Covid yang jumlahnya sangat besar 17 persen dari 270 juta penduduk Indonesia setara dengan 44,9 juta orang yang merasa tidak mungkin atau sangat tidak mungkin terpapar Covid-19," kata Doni.

Baca juga: Doni Monardo: Pemerintah Terus Optimis dalam Penanganan Covid-19

Padahal, kata Doni, Covid-19 ini secara global telah menimbulkan korban jiwa lebih dari 1,1 juta orang.

Menurutnya, suatu angka yang sangat besar sekali. Bahkan, di tanah air telah mencapai 13 ribu orang yang wafat.

"Kita juga telah kehilangan lebih dari 130 orang dokter," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved