Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hasan Kepepet Uang Kuliah, Terpaksa Pinjam Uang Online

Hasan (23) Warga Kota Pangkalpinang terpaksa ajukan fintech atau pinjaman online di aplikasi pinjaman online yang ia unduh di paly store smartphone

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
Kompas.com/Totok Wijayanto
Ilustrasi - Program bantuan Rp 600.000 bagi karyawan swasta gaji di bawah 5 Juta 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Hasan (23) Warga Kota Pangkalpinang terpaksa ajukan fintech atau pinjaman online di aplikasi pinjaman online yang ia unduh di paly store dari smartphone nya.

Mengajukan pinjaman online bukan tak memiliki alasan, Hasan terpaksa mengajukan pinjaman sebab harus membayar uang tunggakan semesteran kuliahnya, lantaran gajinya yang tidak cukup untuk menambah SPP kuliahnya itu.

Awalnya ia memilah terlebih dulu aplikasi pinjaman online mana yang menawarkan bunga pinjaman rendah.

Akhirnya dengan sangat terpaksa, ia memilih satu aplikasi pinjaman online untuk mendapatkan uang.

Pinjaman yang ia ajukan tak begitu banyak hanya Rp600 Ribu saja, itu termasuk limit terendah yang ia ajukan.

Baca juga: Maraknya SMS Pinjol Online, Kadis Koperasi UMKM Babel Imbau Waspada

Baca juga: Tak Ada Aplikasi Khusus, Pinjaman Online Ini Hanya Lewat WhatsApp Saja

Baca juga: Antisipasi Penipuan Pinjaman Online, Kadis Diskominfo Pangkalpinang Beberkan Ciri-cirinya

Jumlah uang yang di cairakn sebesar Rp 570 ribu, dan yang harus dibayarnya sebesar Rp697 Ribu,  tenor atau jangka waktu pembayaran 28 hari.

Kata Hasan, pinjaman tersebut langsung dicairkan masuk ke rekeningnya, setelah beberapa data seperti KTP, Email, Nomor Rekening ia lengkapi dan dilakukan verifikasi, tidak sampai 24 jam uang langsung ditransfer ke rekeningnya.

"Saya kalau tidak salah ajukannya itu siang malam nya langsung ditransfer ke rekening saya," kata Hasan kepada Bangkapos.com, Jumat (30/10/2020)

Menurutnya, ia tak sampai menunggak dalam proses pembayaran, sebelum 28 Hari uang yang ia ajukan tadi sudah ia kembalikan lagi.

"Kalau sampai nunggak tidak, langsung saya bayar kemarin tapi memang keberatab dengan bunganya, yang dicairkan dikurangi yang harus dibayar bertambah," jelasnya

Kini setelah pengajuan itu selesai, Hasan kewalahan kerap kali menerima telphone dari fintaceh atau pinjaman online.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved