Breaking News:

Presiden Jokowi Kecam Keras Presiden Perancis yang Dinilai Hina Islam, Begini Pernyataannya

Menurut Jokowi, pernyataan Macron dapat memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia.

Editor: Iwan Satriawan
KOMPAS IMAGES
Presiden Jokowi 



Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia mendesak masyarakat global untuk mengedepankan persatuan dan toleransi beragama, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia," demikian pernyataan resmi pemerintah.

Tak hanya Kementerian Luar Negeri, Menteri Politik Hukum dan HAM, Mahfud MD pun bersikap keras pada Emmanuel Macron.

"Panggil Dubes Prancis, RI Kecam Presiden Macron Soal Karikatur Nabi Muhammad: MACRON hrs tahu bhw agama Islam adl agama rahmah, tp pemeluk agama apa pun akan marah kalau agamanya dihina. Kalau tak paham itu berarti dia mengalami krisis gagal paham.," cuit @mohmahfudmd di Twitter.

Sementara itu politisi Gerindra, Fadli Zon, mengajak untuk memboikot produk Pransi.

"Serukan Boikot Produk Prancis, Fadli Zon: Macron Lukai Hati Umat Islam!," katanya.

Imbau Boikot Prancis

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap dan mengimbau umat Islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk asal Prancis.

Boikot dilakukan sampai Presiden Emmanuel Macron meminta maaf kepada umat Islam mencabut ucapannya yang menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Hal itu berdasarkan rilis pernyataan dan imbauan MUI bernomor Kep-1823/DP-MUI/X/2020 ini yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Anwar Abbas dan Wakil Ketua Umum Muhyiddin Junaidi, Jumat (30/10/2020).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved