Breaking News:

UEA Berdamai dengan Israel, Amerika Serikat Percepat Penjualan Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab

UEA Berdamai dengan Israel, Amerika Serikat Percepat Penjualan Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab

Wahyu Aji
Ilustrasi __ Pesawat jet tempur tercanggih buatan Amerika Serikat (AS), F-35, mejeng di gelaran Singapore Airshow 2016. 

UEA Berdamai dengan Israel, Amerika Serikat Percepat Penjualan Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab

BANGKAPOS.COM, DUBAI -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memberi tahu Kongres bahwa pihaknya menyetujui penjualan 50 jet Lockheed Martin Co F-35 ke Uni Emirat Arab. Nilai penjualan itu sebesar US$ 10 miliar.

Rencananya Amerika Serikat dan UEA akan membuat surat persetujuan jual beli  untuk jet F-35 pada itu pada Hari Nasional UEA yang dirayakan pada 2 Desember.

Mengutip Reuters, Jumat (30/10), Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS dan Dewan Perwakilan Rakyat, yang anggotanya mengkritik peran UEA dalam kematian warga sipil di Yaman, memiliki hak untuk meninjau, dan memblokir, penjualan senjata di bawah proses peninjauan informal.

Israel awalnya menolak keras penjualan pesawat tercanggih itu tetapi pekan lalu membatalkan penolakannya setelah ada jaminan AS bahwa superioritas militer Israel akan dipertahankan.

Kesepakatan apa pun harus memenuhi perjanjian lama dengan Israel bahwa senjata apa pun yang dijual AS  di wilayah tersebut tidak boleh mengganggu keunggulan militer kualitatif Israel.

Baca juga: Racunnya Bisa Bikin Kaya Mendadak, Kalajengking Emas Harta Berharga dari Israel, Inilah Kehebatannya

AS mejamin bahwa senjata apapun yang diberikan kepada Israel pasti lebih unggul dalam kemampuan dibandingkan senjata yang dijual ke tetangganya.

"Kita semua menghadapi ancaman yang sama," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang secara nyata menyinggung Iran.

"Tapi dengan mengatakan itu, penting bahwa pembentukan pertahanan (Israel) menerima usaha Amerika yang jelas ini untuk mempertahankan keunggulan militer kualitatif kami," tambah Netanyahu.

Perwakilan Eliot Engel, Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, membenarkan bahwa pemberitahuan informal telah dikirim ke Kongres pada Kamis. "Saat Kongres meninjau penjualan ini, harus jelas bahwa perubahan status quo tidak akan membahayakan keuntungan militer Israel," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved