Kejadian Unik Sapi Memakan Ular Piton hingga Jerapah Tendang Badak, Videonya Viral
Kejadian Unik Sapi Memakan Ular Piton hingga Jerapah Tendang Badak, Videonya Viral
Kejadian Unik Sapi Memakan Ular Piton hingga Jerapah Tendang Badak, Videonya Viral
BANGKAPOS.COM - Seorang pekerja di pedalaman Australia terkejut setelah berhasil menangkap gambar seekor sapi yang tampak mengunyah ular piton.
Kejadian aneh ini terjadi di pedalaman Australia bagian Utara.
Pria yang bekerja sebagai mekanik AC, Andrew Gertz mengaku jika dirinya saat itu sedang berkendara di Sandover Highways yang sepi dan berjarak sekitar 300 km dari Stasiun Lake Nash.
"Ketika saya mendekat, saya bisa melihat ada ular piton pasir yang keluar dari mulut sapi," kata Gertz.
Awalnya Gertz mengira, sapi tersebut sedang menghisap tulang.
"Saya pikir saat itu, itu adalah tulang," imbuhnya.
Setelah menyadari bahwa itu adalah ular piton, ia pun berhenti mengambil foto.
Ia mengatakan jika dia tidak tahu bagaimana kepala ular tidak berbisa itu bisa masuk ke dalam mulut sapi.
Gertz pun berspekulasi mungkin sapi tersebut telah menginjak ular piton tadi, dan ular tersebut melakukan serangan.
Sapi Dikenal Mengunyah Bangkai
Menurut laporan ABC, penggembala sapi Queensland Barat dan Sejarawan Alam, Angus Emmott mengatakan bahwa sapi diketahui juga sering mengunyah bangkai.
Ia pernah menyaksikan bagaimana sapi mengais kangguru mati dan ternak untuk tambahan makan mereka, terutama di daerah pedalaman Queensland.
Namun, kejadian sapi mengunyah ular menurutnya merupakan hal yang tidak biasa.
"Aku belum pernah melihat seekor ular dikunyah oleh sapi," kata Emmott.
Sapi tersebut tampak menjatuhkan bangkai ular piton dan meninggalkannya. (Foto oleh Andrew Gertz via ABC)
Dia mengatakan, sapi itu mungkin mengunyah ular untuk menambah kebutuhan protein.
"Tubuh mereka memberi tahu apa yang mereka butuhkan dan mereka akan pergi dan mengejarnya jika itu ada," jelas Emmott.
Gertz menambahkan, jika sapi tersebut tampaknya tidak terlalu tertarik dengan ular piton dan menjatuhkan bangkai ular tersebut lalu pergi.(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)
Beberapa waktu yang lalu, viral sebuah video yang menunjukkan jerapah dan badak.
Dalam video tersebut, terekam seekor badak mendekati jerapah dari arah belakang.
Tak lama berselang, jerapah pun menendang badak tepat pada wajahnya.
Setelah ditendang, badak pun lari menjauh dari jerapah tersebut.
Melalui akun Twitter @susantananda3, pria itu menuliskan: "Tendangan yang akan diingat badak seumur hidup."
"Tahukah Anda bahwa jerapah dapat menendang ke segala arah? Dan bisakah kamu menebak hewan mana yang memiliki tendangan terkuat di dunia?Tolong jangan google," lanjutnya.
Para pengguna Twitter menyoroti keahlian jerapah yang bisa menendang ke arah belakang.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, jerapah dapat menendang dari segala arah.
Termasuk saat hewan berleher panjang itu menghadap ke depan, namun tendangannya ke arah belakang.
Melansir dari Animal Fact Guide, jerapah atau yang memiliki nama ilmiah Giraffa camelopardalis, hidup terutama di daerah sabana di wilayah sub-Sahara Afrika.
Dengan lehernya yang panjang, jerapah dapat dengan mudah memakan dedaunan dari pohon yang tinggi.
Selain itu, jerapah juga memiliki lidah panjang yang membantu hewan itu saat mengambil daun dari pohon.
Populasi jerapah saat ini tinggal 90.000 ekor di alam liar Afrika, seperti diwartakan Kompas.com pada 2016 lalu.
Jumlah itu merosot dari populasi 15 tahun lalu sebanyak 150.000 ekor.
Jerapah lahir saat pandemi
Pada Agustus lalu, seekor jerapah di Taman Safari Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, lahir di tengah pandemi Covid-19.
Karena lahir saat pandemi, bayi jerapah betina itu diberi nama Corona.
Dokter hewan Taman Safari Prigen, drh Nanang Tedjo Laksono mengatakan, bayi jerapah itu lahir dari pejantan bernama Dhafi dan indukan bernama Niken.
“Bayi jerapah bernama Corona lahir dari pejantan Dhafi dan Niken,” kata Nanang, seperti dikutip TribunTravel dari Kompas.com.
Nanang menjelaskan, jerapah jantan dan betina akan memasuki masa dewasa secara seksual saat usia tiga hingga empat tahun.
Perkawinan jerapah, kata dia, terjadi sepanjang tahun, terutama pada musim hujan.
Bayi jerapah bernama corona yang lahir di Taman Safari Prigen, Kabupaten Pasuruan.(Dok. Taman Safari Prigen)
Seekor induk jerapah memiliki masa bunting selama 14 bulan.
Sementara itu, General Manager Taman Safari Prigen Diaz Yonadie mengatakan, pihaknya tetap memegang komitmen merawat satwa.
Mulai dari pemberian pakan hingga pengobatan, terutama satwa yang mengandung dan melahirkan.(TribunTravel.com/Sinta Agustina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sapi-yang-tampak-sedang-mengunyah-ular-piton.jpg)