Breaking News:

Macron Akhirnya Sadar Sudah Sakiti Umat Muslim, Bebas Berpendapat, tapi Tak Bisa Bedakan Konteks

Macron Akhirnya Sadar Sudah Sakiti Umat Muslim, Bebas Berpendapat, tapi Tak Bisa Bedakan Konteks

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Kolase/The Independent
Unjuk rasa umat muslim di dunia yang tersinggung dengan pernyataan Emmanuel Macron. 

Macron Akhirnya Sadar Sudah Sakiti Umat Muslim, Bebas Berpendapat, tapi Tak Bisa Bedakan Konteks

BANGKAPOS.COM -- Sepekan kemarin, nama Presiden Prancis, Emmanuel Macron jadi sorotan dunia karena pernyataannya yang membuat sakit hati perasaan umat Muslim di seluruh dunia.

Tak hanya itu, karena pernyataannya tersebut, sejumlah kepala negara pun banyak yang mengecam dirinya, termasuk Presiden Indonesia, Joko Widodo ( Jokowi ).

Sadar telah melukai perasaan umat Muslim di dunia, Presiden Macron meluruskan terkait sikapnya yang dinilai mengundang reaksi negatif dari umat Islam sedunia.

Dilansir TribunWow.com ( Tribunmedan.com grup ), Macron sebelumnya dianggap mendukung kebebasan berekspresi dan kebebasan pers di Prancis, meskipun dalam konteks menghina Nabi Muhammad.

Buntutnya, banyak terjadi gejolak sebagai bentuk protes atas sikap dari Macron tersebut.

Baca juga: Jokowi Angkat Bicara dan Berikan Kecaman Keras Terkait Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron

Baca juga: Iran Tampilkan Presiden Prancis Seperti Iblis, Kontroversi Kartun Nabi Muhammad yang Menyulut Amarah

Baca juga: Mahfud MD Sebut Presiden Prancis Emmanuel Macron Mengalami krisis Gagal PahamTentang Islam!

Tindakan nyatanya ada seruan dari negara-negara dengan basis Islam di dunia untuk memboikot produk-produk Prancis.

Menghadapi situasi yang semakin memanas, termasuk juga menyusul adanya aksi teror yang terjadi di Nice, tepatnya di sebuah gereja, Kamis (29/10/2020), Emmanuel Macron akhirnya angkat bicara.

Warga Pakistan membakar bendera Prancis (IST via tribunnews)
Warga Pakistan membakar bendera Prancis (IST via tribunnews)

Melalui unggahan Twitter pribadinya, @EmmanuelMacron, Minggu (1/10/2020), dirinya mengatakan tidak bermaksud untuk mendukung penghinaan terhadap Nabi Muhammad dalam bentuk karikatur tersebut.

Selain itu, dirinya juga membantah disebut memusuhi Islam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved