Breaking News:

Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H, Desa Beruas Ajak Warga Dalami Nilai-nilai Persatuan dan Religius

Dalam rangka memperingati momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, pemerintah desa Beruas kecamatan Kelapa kabupaten Bangka Barat

Editor: Fery Laskari
Ist
Kepala desa Beruas, Paryandi (kanan) dan Pemuka Agama saat momen Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah 

BANGKPOS.COM , BANGKA — Dalam rangka memperingati momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, pemerintah Desa Beruas Kecamatan Kelapa kabupaten Bangka Barat menggelar ragam kegiatan sebagai bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, Rabu (28/10/2020).

Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Perayaan yang sudah jadi tradisi dan turun temurun ini dilaksanakan dengan mengadakan ragam kegiatan seperti pembacaan shalawat Nabi, pembacaan syair barzanji dan pengajian, peragaan busana muslim, pawai obor, serta lomba adzan.

Kepala Desa Beruas, Kecamatan Kelapa, Paryandi mengatakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini yang dilaksanakan di desanya sedikit berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Dengan merebaknya Pandemi Covid-19 tentu saja membuat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sedikit berbeda, seperti kegiatan sedekah kampung dibatalkan, namun untuk kegiatan lainnya tetap dilaksanakan, tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan," katanya.

Warga Desa Beruas Pawai Obor Dalam Momentumnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah
Warga Desa Beruas Pawai Obor Dalam Momentumnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah (Ist)

Dia mengatakan, seminggu sebelum puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, sudah terlebih dahulu digelar beberapa kegiatan seperti lomba Adzan, tilawatil Quran dan peragaan busana Muslim, hingga puncaknya yaitu pawai obor mengelilingi kampung.

Lebih lanjut, Paryandi menjelaskan, minat anak-anak dan para pemuda desanya begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Tercatat, kurang lebih 200 orang peserta ambil bagian dari mulai awal kegiatan hingga puncaknya pawai obor dengan rata-rata usia tujuh tahun hingga enam belas tahun yang mengikuti.

"Kami berharap dengan kegiatan ini anak-anak, para pemuda hingga para orang tua tetap bersemangat dalam menjunjung nilai-nilai religius dari momentum perayaan hari lahirnya sosok pemimpin besar umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Harapan lainnya tentu saja dengan perayaan yang diselenggarakan akan memunculkan generasi Islami melalui perlombaan mengaji yang dilaksanakan, masyarakat yang religius, dan silaturahmi yang tetap terjaga kuat demi pembangunan kehidupan serta kemajuan desa," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved