Breaking News:

'Rasialisme Seksual' Meluas di Aplikasi Kencan Grindr, Pria Gay Alami Hal Ini

Seorang mahasiswa S3 Monash University, Gene Lim sedang mengerjakan disertasi tentang dampak rasialisme yang sistemik terhadap pria Asia.

Editor: Teddy Malaka
ABC Indonesia
Aplikasi Grindr dinilai tidak menanggapi keluhan soal diskriminasi ras dan lainnya karena mereka berada di luar negeri. 

BANGKAPOS.COM - Aplikasi kencan untuk gay, Grindr mengumumkan akan menghapus filter etnis dari fitur mereka usai memanasnya gerakan Black Lives Matter di Amerika Serikat dan dunia awal tahun ini.

Pria gay Australia non-kulit putih mengatakan rasialisme di Grindr lebih dari sekadar filter etnis.

Seorang mahasiswa S3 Monash University, Gene Lim sedang mengerjakan disertasi tentang dampak rasialisme yang sistemik terhadap pria Asia.

Lim sendiri adalah seorang pria Asia gay yang pernah mengalami hal tersebut.

"Hal pertama yang saya sadari adalah banyak orang yang merasa pria Asia tidak menarik dan ini dapat secara langsung berdampak pada kepercayaan diri," katanya.

Dari penelitian Gene, pengguna aplikasi Grindr asal Asia mengaku tindakan rasialisme yang mereka alami turut mempengaruhi kesehatan mental mereka.

"Banyak kali orang seperti saya merasa tidak layak berada dalam aplikasi tersebut," tutur Gene.

"Teman kami yang berkulit putih sudah berkencan sana-sini.

Sementara [pria Asia] adalah satu-satunya yang belum berkencan selama berbulan-bulan."

Bukan sekadar filter

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved