Breaking News:

'Rasialisme Seksual' Meluas di Aplikasi Kencan Grindr, Pria Gay Alami Hal Ini

Seorang mahasiswa S3 Monash University, Gene Lim sedang mengerjakan disertasi tentang dampak rasialisme yang sistemik terhadap pria Asia.

Editor: Teddy Malaka
ABC Indonesia
Aplikasi Grindr dinilai tidak menanggapi keluhan soal diskriminasi ras dan lainnya karena mereka berada di luar negeri. 

Juni lalu, Grindr mengumumkan akan menghapuskan filter etnis.

Filter ini mempermudah pengguna untuk menemukan pengguna lainnya yang berlatar belakang ras tertentu sesuai selera mereka.

Fitur ini sendiri sebenarnya sudah lama dikritik karena mendorong pengguna dan berujung pada keterbukaan soal rasialisme.

Pedoman untuk komunitas dalam aplikasi tersebut sudah secara terang-terangan menyatakan agar tidak ada kekerasan atas dasar ras dan diskriminasi.

"Kami juga akan menghapus pernyataan diskriminatif yang tercantum di profil [pengguna]," bunyi pedoman tersebut.

"Anda bebas menyatakan selera dan preferensi, namun lebih baik mengetahui apa yang Anda suka, bukan yang Anda tidak suka. Jika melihat pelanggaran, silakan dilaporkan ... dan kami akan menanganinya."

Namun, Gene mengatakan kemungkinan aplikasi tersebut untuk menindak pelanggaran sangatlah kecil.

"Saya tahu beberapa kejadian di mana setelah ada yang dilaporkan karena alasan rasisme atau bahkan ditambah pelanggaran lain, mereka tetap tidak menerima konsekuensi," katanya.

"Grindr bahkan tidak berinisiatif untuk menangani penggunanya yang seperti ini. Mereka hanya mengambil tindakan cepat terhadap orang yang menggunakan platform mereka untuk menawarkan layanan kencan berbayar."

Gene mengatakan Grindr seharusnya menggunakan kedudukannya di komunitas gay untuk membicarakan soal gerakan anti-rasialisme.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved