Breaking News:

'Rasialisme Seksual' Meluas di Aplikasi Kencan Grindr, Pria Gay Alami Hal Ini

Seorang mahasiswa S3 Monash University, Gene Lim sedang mengerjakan disertasi tentang dampak rasialisme yang sistemik terhadap pria Asia.

Editor: Teddy Malaka
ABC Indonesia
Aplikasi Grindr dinilai tidak menanggapi keluhan soal diskriminasi ras dan lainnya karena mereka berada di luar negeri. 

Sebelumnya, perusahaan tersebut sudah mengadakan kampanye yang menurut Gene seharusnya ada lanjutannya.

' Rasialisme seksual' berbeda dengan selera

Seringkali penggunanya mengatakan ketidakinginan mereka terhadap beberapa kelompok ras sebenarnya hanya karena alasan pribadi, tentang apa yang mereka anggap menarik dalam diri calon pasangan.

Namun, ini sebenarnya adalah rasialisme seksual.

Bronwyn Carlson, Profesor Studi Pribumi di Macquarie University yang meneliti bagaimana Penduduk Asli Australia menggunakan media sosial dan teknologi digital lainnya, termasuk aplikasi kencan.

Profesor Carlson mengatakan aplikasi kencan justru akan memperkuat masalah yang ada di masyarakat karena dengan menilai orang hanya dari penampilannya saja.

"Cara beroperasi dari platform tersebut mendiskriminasi kelompok tertentu. Semua orang mengetahuinya," katanya.

Profesor Carlson berharap aplikasi kencan seperti Grindr dapat berbuat lebih banyak untuk mengatasi rasialisme di platform mereka.

Namun dia meragukan pihak aplikasi kencan akan menganggap hal ini serius.

Ia juga menyoroti masalah dengan Grindr dan aplikasi kencan lain yang bermarkas di luar negeri dan tidak memiliki tim pengaduan atau diatur secara lokal.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved