Jumat, 17 April 2026

Berita Pangkalpinang

Waspada ! Cuaca Buruk di Bangka Belitung, Basarnas Siaga, KSOP Larang Kapal Berangkat

Akhir-akhir ini cuaca di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), khususnya di Pangkalpinang dan sekitarnya sering tak menentu.

Penulis: Yuranda |
bangkapos.com/yuranda
Tampak cuaca buruk di Peraiaran Pantai Teluk Limau, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, belum lama ini 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Akhir-akhir  ini cuaca di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), khususnya di Pangkalpinang dan sekitarnya sering tak menentu. Kerap kali terjadi hujan lebat disertai angin kencang pada malam dan siang hari.

Melihat kondisi itu, Basarnas Babel menyiapkan sarana dan prasarana serta siap siaga dan mengimbauan kepada masyarakat, termasuk nelayan, agar tetap berhati-hati.

Kepala Basarnas Babel, Fazzli kepada Bangkapos.com, Selasa (3/11/2020), mengatakan, pihaknya telah menyiapkan peralatan penyelamatan antisipasi terjadi musibah atau kecelakaan, baik di darat ataupun di lautan.

"Kami selalu bersiap siaga, dengan menyiapkan personel, kendaraan dan kapal untuk kesiapsiagaan, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut dan bencana di Wilayah Provinsi Bangka Belitung," kata Fazzli.

Para personel dan peralatan keselamatan sudah disiapkan di Pos SAR masing-masing daerah, antara laian  di Pos SAR Belitung, Muntok Bangka Barat dan Toboali Bangka Selatan.

"Sudah di siapakan personel di pos masing-masing daerah, itu dilakukan guna mengantisipasi musim pancaroba sekarang ini. Melihat musim sekarang ini banyak terjadinya bencana seperti angin puting beliung," katanya.

Menurutnya, cuaca sekarang ini lebih cenderung hujan disertai angin puting beliung. Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat selalu waspada, karena perubahan cuaca sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Nelayan harus hati-hati saat melakukan, jangan lupa selalu membawa alat keselamatan berupa pelampung dan lainya. Bila pergi melaut nelayan harus memperhatikan cuaca dari BMKG," imbaunya.

Sementara itu, tinggi gelombang di Selat Karimata mencapai 2 meter lebih, sedangkan di Selat Bangka dan sekitarnya mencapai 1,5 meter.

"Sewaktu waktu gelombang laut ini bisa lebih tinggi, karena dipengaruhi angin kencang dan cuaca buruk," kata Fazzli.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Pangkalpinang, Izuar, mengatakan pihaknya melarang kapal untuk berangkat, jika cuaca buruk.

Hal tersebut bisa saja membuat kapal celaka dan tenggelam karena cuaca dan angin kencang.

"Kami sangat melarang kapal agen dan penumpang untuk berangkat, jika cuaca kurang bagus. Hal itu sangat beresiko untuk pelayaran," kata Izuar.

Ia juga mengimbau kepada nelayan, agar berhati-hati saat melaut dan selalu menggunakan alat keselamatan. "Sebelum berangkat harus melihat cuaca kalau tidak mungkin lebih baik jangan berangkat. Kita sama sama menjaga keselamatan," imbaunya. (Bangkapos.com/ Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved