Rabu, 15 April 2026

Advertorial

Kisah Dibalik Program Kotaku, Berhasil Ubah Stigma Negatif Kawasan Kumuh di Bangka Belitung

Bertujuan meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar dikawasan kumuh perkotaan dan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan

Editor: nurhayati
Kisah Dibalik Program Kotaku, Berhasil Ubah Stigma Negatif Kawasan Kumuh di Bangka Belitung - gubernur-berkunjung.jpg
Ist
Gubernur mengunjungi proses kegiatan skala kawasan (Februari 2020)
Kisah Dibalik Program Kotaku, Berhasil Ubah Stigma Negatif Kawasan Kumuh di Bangka Belitung - walikota-berkunjug-di-kelurahan-opas-indah.jpg
Ist
Walikota mengunjungi Kegiatan Skala Kawasan Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional Kota Pangkalpinang
Kisah Dibalik Program Kotaku, Berhasil Ubah Stigma Negatif Kawasan Kumuh di Bangka Belitung - kawasan-opas-indah.jpg
Ist
Jalan Bore file Kegiatan Skala Kawasan Opas Indah dan Gedung Nasional

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ternyata mempunyai banyak cerita dalam proses pelaksanaannya.

Program ini bertujuan meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar dikawasan kumuh perkotaan dan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan layak huni, produktif dan berkelanjutan,

Pengalaman saat melakukan kegiatan pembangunan/rehabilitasi infrastruktur permukiman, penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah dan pembangunan infrastruktur pendukung penghidupan (livelihood) di program Kotaku dengan metode pemberdayaan masyarakat.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bangka Belitung, Miarka Risdawati mengungkapkan program Kotaku berhasil mengubah stigma negatif kawasan kumuh menjadi kawasan tidak kumuh.

Berdasarkan program Kotaku Kepulauan Bangka Belitung terdapat tiga kegiatan terbaik, seperti kegiatan Skala kawasan dua Kelura­han Opas Indah dan Gedung Nasional Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang.

Kegiatan skala lingku­ng­an bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) tahun 2019 nelayan 1 dan nelayan 2 Kelurahan Sungai­liat Kabupaten Bangka. Serta kelompok pemeliharaan dan pemanfaatan (KPP) Sinar terang Desa Baru Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

Miarka mengaku telah melakukan berbagai upaya pendekatan secara langsung, terhadap masyarakat seperti yang dilakukannya di Kelurahan Opas Indah guna mengubah kawasan tersebut menjadi kawasan tidak kumuh.

“Ada pendekatan dari hati ke hati kepada Ma­s­ya­rakat, di awal ada berapa masyarakat yang merasa rugi kalau mereka harus mundur halaman rumah­nya, karena selama ini akses jalan tidak sampai satu meter, jadi susah akses. Lalu kami memberikan saran dari hati ke hati, kalau membebaskan mundur satu meter terus tetangga satu meter kan jadi dua meter yang mereka dapatkan,” ujar Miarka, Selasa (27/10)/2020.

Dengan berubahnya kawasan yang semulanya merupakan kawasan kumuh, kini berbagai dampak positif pun mulai dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Contohnya di kegiatan Skala Kawasan Kotaku Kelurahan Opas Indah dan Gedung Nasional dengan adanya jalan inspeksi (bore file) beberapa rumah sekarang mulai menghadap su­ngai sehingga sungai menjadi lebih bersih, meningkatnya penghidupan masyarakat yang merupakan nelayan.

Di Kelurahan Sungailiat Lembaga Keswadayaan Ma­s­yarakat (LKM) Sungailiat Mandiri dengan melibatkan Pokja PKP, Aparat Kelurahan dan partisipasi masyarakat berkolaborasi dengan PT.Timah untuk kegiatan peningkatan keterampilan perempuan dan pemuda, pe­ningkatan infrastruktur (lampu PJU Solar, Papan Informasi, gapura), sarana prasarana kebersihan dan pengadaan septictank individu.

Meski tak lagi mendapat dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Kotaku sejak tahun 2019 Kelompok Pemeliharaan dan Pemanfaatan (KPP) Sinar Terang dan LKM Desa Baru Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur tetap konsisten melakukan pemeliharaan dan pemanfaatan dengan melakukan gotong royong di infrastruktur yang terbangun. KPP Sinar Terang juga mengambil peran mensosialisasikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di desanya.

Lebih lanjut Miarka juga menghimbau kepada ma­s­ya­rakat untuk dapat meng­akses website BPPW Bangka Belitung yakni ciptakarya.pu.go.id/balai/kepulauan-bangka-belitung atau melalui website Kotaku Nasional http://kotaku.pu.go.id/serta blog kotakubabel.blogspot.com untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai Kotaku.

“Web bisa diakses ba­nyak orang jadi setiap ke­giatan di Kotaku selalu di publish, jadi misalkan ada pelatihan atau bantuan CSR dari pihak lain juga ada. Disitu juga bisa bertanya-tanya di web karena program harus mereka ketahui juga, karena ini juga melibatkan Rt Rw Lurah yang harus mereka ketahui juga. Jadi kalau ada CSR yang bekerja itu adalah penduduk setempat, intinya program Kotaku itu untuk masyarakat jadi masyarakat sebagai perencana, pelaku dan pemanfaat,” ungkapnya. (Advertorial/Rizky Irianda Pahlevy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved