Breaking News:

Meski Punya Jejak Hitam, Prabowo Dipastikan akan 'Dibaik-baiki' Australia

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto berkunjung ke Washington DC, Amerika Serikat ( AS), pada Jumat (16/10/2020), guna memenuhi undangan mitranya

YouTube KompasTV/Tangkapan Layar
Prabowo Subianto dipilih kembali menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra periode 2020-2025 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra. (YouTube KompasTV/Tangkapan Layar) 

Meski Punya Jejak Hitam, Prabowo Dipastikan akan 'Dibaik-baiki' Australia, Apalagi China Makin Tak Terbendung

BANGKAPOS.COM - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto berkunjung ke Washington DC, Amerika Serikat ( AS), pada Jumat (16/10/2020), guna memenuhi undangan mitranya, Menteri Pertahanan AS Mark Esper.

Namun, kunjungan itu hampir tidak menjadi berita di Australia, dan sangat sedikit orang yang tahu, atau peduli, tentang menteri pertahanan Indonesia. Tapi mereka harus tahu.

Prabowo bertemu dengan Mark Esper untuk membahas masalah keamanan dan pertahanan regional, tetapi perjalanan tersebut menyoroti tantangan diplomatik bagi Australia mengingat sejarah mantan letnan jenderal tersebut, dan rencana masa depannya sendiri dalam sistem politik Indonesia.

Begitulah menurut Ross B. Taylor AM, presiden Indonesia Institute Inc. yang berkedudukan di Perth, dalam artikel berjudul 'Prabowo Set to Complicate the Australia-Indonesia Relationship' yang tayang di The Diplomat, Senin (26/10/2020).

Pada tahun 1998, Prabowo diberhentikan secara tidak hormat dari militer Indonesia menyusul tuduhan kekejaman di Timor Timur, serta dugaan penculikan dan penyiksaan aktivis pro-demokrasi menjelang penggulingan Presiden Soeharto.

Dugaan pelanggaran ini tidak pernah terbukti di pengadilan Indonesia tetapi, berdasarkan bukti yang kuat, mengakibatkan pemerintah AS melarang Prabowo bepergian ke Amerika.

Pemerintah Australia menerapkan larangan serupa sampai tahun 2014.

Untuk mengantisipasi bahwa mantan orang kuat Soeharto itu akan memenangkan pemilihan presiden, para pejabat diam-diam mencabut pembatasan perjalanan Prabowo.

Namun, Prabowo gagal memenangkan pemilihan presiden pada tahun 2014, kalah tipis dari petahana saat ini, Joko 'Jokowi' Widodo.

Halaman
123
Editor: Evan Saputra
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved