Breaking News:

Polisi Jadi Korban Demo di Kantor Gubernur Bangka Belitung, Kaki Briptu Refangga Patah Ditabrak

Polisi Jadi Korban Demo di Kantor Gubernur Bangka Belitung, Kaki Briptu Refangga Patah Ditabrak

Penulis: Yuranda | Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/yuranda
Demo di Kantor Gubernur Babel Ricuh, 18 Orang Diamankan, Ada yang Berasal dari Jakarta 

Sesaat api membesar, hampir melukai beberapa polisi, Satpol PP dan Wagub Provinsi Bangka Belitung, Abdul Fatah.

"Sementara Pak Wagub nggak ada luka dan ada salah satu anggota massa yang menabrak anggota polisi, ada yang terluka satu orang dan dibawa ke rumah sakit," katanya.

Berkaitan pada aksi dan elemen organisasi yang diduga terlibat dalam aksi tersebut menurut Tris, pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut.  Karena dididuga ada usur tindak pidana, maka pihak yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami dapatkan juga anak di bawah umur 12 tahun, nanti kita akan dalami lebih lanjut terkait hal itu. Nanti bagaimana, mereka semua, akan diproses lebih lanjut," katanya.

Sementara itu menyangkut adanya massa yang terlibat demo diduga dari Jakarta? Tris memastikan telah menindak-lanjutinya.

"Untuk dari Jakarta itu kami tindak lanjuti," tegasnya.

* Pria Bertato dan Anak Usia Bawah Umur

Sebelumnya disebutkan, aksi damai di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (4/11/2020) sore, ricuh.  Saat demo, delapan orang demonstran diamankan polisi.

Dalam aksi, mereka langsung melemparkan bensin dan ban sepeda motor, sontak api tersebut membesar ke arah Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama pejabat lainnya.

Sontak para pejabat berlari, karena si jago merah semakin merajalela. Pihak kepolisian lalu mengamankan delapan orang tersebut dan aksi ini langsung dibubarkan oleh  pihak kepolisian.

"Kita akan proses mereka ini, " kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi, singkat saat mengamankan delapan pendemo, Rabu (4/10/2020) di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka.

Massa yang mengatas namakan, Masyarakat Babel Menggugat (MBM) tergabung dalam organisasi, Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Sementara selain delapan orang yang diamankan, dalam aksi tersebut ditemukan anak usia bawah umur 12 tahun dan pemuda bertato di lengannya ikut beraksi.

Di antara demontsran, juga terdapat massa diduga dari Jakarta ikut bergabung. (Bangkapos.com / Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved