Sabtu, 25 April 2026

Berita Pangkalpinang

Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Gelar Kuliah Umum, Ini Temanya

Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Babel) menggelar kuliah umum Bertema Menjaga Tanah Air

Penulis: Cici Nasya Nita |
bangkapos.com/cici
Ketua Yayasan Tarsius Center Indonesia, Budi Setiawan bersama Rektor Univeristas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri saat kuliah umum bertema Menjaga Tanah Air yang Tersisa 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Bangka Belitung (Babel) menggelar kuliah umum Bertema Menjaga Tanah Air yang Tersisa di Ruang Babel I, Rabu (4/11/2020).

Ketua Yayasan Tarsius Center Indonesia, Budi Setiawan selaku narasumber menyampaikan isu-isu lingkungan yang terjadi di Bangka Belitung.

"Konsen kita dalam kuliah umum ini menyampaikan bagaimanan Babel punya permasalahan tentang lingkungan dan sumberdaya alam serta perekonomian yang terpuruk yang tentu perlu menjadi perhatian bersama," ujar Budi sebelum memberikan paparan materi kepada Bangkapos.com, Rabu (4/11/2020).

Permasalahan lingkungan di Babel diketahui sangat kuat, misalnya permasalahan timah, komoditas andalan Babel ini sampai sekarang masih sangat dibutuhkan dunia.

"Kita harus paham tentang globalisasi, global warming, dan climate change. Isu-isu ini harus diterjemahkan, saya pikir hal ini harus dipahami mahasiswa. Cerita seperti carbon trading (emisi karbon) dan carbon offset (pelunasan karbon), ini sesuatu yang menjadi trend dunia yang sebenarnya sangat bisa mengantikan bisnis ekstraktif (dibidang pengambilan kekayaan alam) yang terjadi saat ini," jelas Budi..

Dalam pelaksanaan bisnis pengambilan kekayaan alam saat berjalan tentu harus digandengkan dengan pemulihan lingkungan secara bertangung-jawab yang dilaksana juga.

Diakuinya, isu-isu lokal ini banyak tidak diketahui dunia sehingga hal ini tentu tidak baik untuk daerah Bangka Belitung.

"Isu lain saat ini Babel sedang melirik tourism (pariwisata) untuk menompang ekonomi, tapi secara implementasinya dan keberlanjutan tidak menjaga tanah air yang baik, hal ini dilihat dari tidak ada regulasi yang mengatur, di kita malah terjadi praktek jual beli sehingga lahan berpindah sepenuhnya," kata Budi.

Sehingga akan berdampak pada kearifan lokal menghilang dikarena lahan sudah tidak ada, maka akan ada kebanggaan yang hilang.

"Keberhasilan tourism tidak lagi bisa diukur berapa duit yang diinvestasi atau duit kembali. Pertanyaannya bahagia masyarakat ketika investasi itu masuk? Kalau tidak, artinya investasi itu gagal," kata Budi.

Diharapkan usai kuliah umum ini, para mahasiswa menjadi paham dan wawasan menjadi luas terkait isu-isu lingkungan yang terjadi saat ini.

Sementara itu, Rektor UNMUH Bangka Belitung, Fadillah Sabri mengapresiasi kegiatan kuliah umum yang pertama kali dilaksanakan bagi prodi KSDA UNMUH Babel ini.

"Bagus, apalagi diisi oleh orang yang kompeten tidak hanya teoritis tetapi beliau praktisi langsung. Harapan mahasiswa tidak puas sehingga mereka terus ingin tahu terkait hal-hal yang disampaikan narasumber ini," kata Fadillah.

Ia menilai akademisi sangat penting mengetahui dan memahami isu-isu lingkungan ini.

"Semua dibangun dari akademisi, ini tentang empiris, bagaimana nanti kita berkolaborasi dalam teori yang besar tentu dalam menyadarkan masyarakat dan paling penting menyadarkan pemerintah," tegasnya.

Ketua Prodi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Randi Syafutra berhatap kuliah umum ini menjadi momentum untuk memperkenalkan Prodi KSDA UNMUH Babel agar diketahui masyarakat di Bangka Belitung dan Indonesia. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved