Breaking News:

Sebelum Mengkoleksi, Inilah Jenis-jenis Ikan Cupang yang Perlu Anda Diketahui

Selama masa pandemi, memelihara ikan merupakan salah satu cara untuk membunuh kebosannya karena tidak bisa bebas beraktivitas di luar rumah.

Penulis: tidakada004 | Editor: Iwan Satriawan
(SHUTTERSTOCK/subin pumsom)
Ilustrasi ikan cupang bertarung. 

BANGKAPOS.COM - Selama masa pandemi, memelihara ikan merupakan salah satu cara untuk membunuh kebosannya karena tidak bisa bebas beraktivitas di luar rumah.

Salah satu ikan yang menjadi incaran untuk dipelihara adalah ikan cupang.

Dilansir dari National Geographic, Kamis (5/11/2020), ikan cupang termasuk hewan peliharaan yang mudah dirawat ketimbang banyak jenis ikan lainnya.

Ikan cupang hanya membutuhkan lebih sedikit ruang daripada ikan lainnya serta ikan cupang memiliki daya tahan yang lebih kuat. Bahkan ikan ini tidak memerlukan alat sirkulasi udara (aerator) untuk hidup.

Selain itu, ikan cupang bisa ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit.

Ikan cupang memiliki organ labirin yang memungkinkan mereka menghirup udara dari permukaan, sehingga mereka dapat bertahan hidup di air dengan kadar okesige lebih rendah daripada jenis ikan lainnya.

Ikan cupang hidup di air tawar yang lebih mudah dirawat dan dipelihara daripada ikan laut.

Asal habitat ikan cupang dari beberapa Negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Vietnam.

Ikan ini memiliki bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya.

Ikan cupang terbagi menjadi tiga golongan yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar.

Foto dirilis Kamis (1/10/2020), memperlihatkan seekor ikan cupang jenis halfmoon berenang di aquarium milik peternak Tiano Morello di Bogor, Jawa Barat. Di tengah lesunya sejumlah penjualan selama pandemi Covid-19, ikan cupang (Betta sp.) justru muncul menjadi primadona seiring banyaknya peminat dan penjualan yang melonjak pesat.ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA Foto dirilis Kamis (1/10/2020), memperlihatkan seekor ikan cupang jenis halfmoon berenang di aquarium milik peternak Tiano Morello di Bogor, Jawa Barat. Di tengah lesunya sejumlah penjualan selama pandemi Covid-19, ikan cupang (Betta sp.) justru muncul menjadi primadona seiring banyaknya peminat dan penjualan yang melonjak pesat.

Di Indonesia terdapat spesies ikan cupang asli, salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

1. Ikan Cupang Hias

Seperti sebelumnya dijelaskan, ikan cupang memiliki jenis yang beragam. Salah satunya ikan cupang hias yang memiliki bentuk serta warna yang cantik, sebagai berikut.

  • Halfmoon atau yang sering disebut setengah bulan. Disebut demekian karena ikan cupang ini memiliki sirip dan ekor yang lebar serta simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis ikan cupang ini pertama kali dibudidayakan di Amerika Serikat oleh Peter Goettner tahun 1982.
  • Crowntail, yakni jenis ikan cupang yang memiliki ekor seperti mahkota atau serit.
  • Double tail, yakni jenis ikan cupang yang memiliki ekor ganda.
  • Giant (cupang raksasa). Ikan cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm.

2. Ikan Cupang yang Mengerami Telur di Dalam Mulut

Selain ikan cupang hias, ada jenis ikan cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut, antara lain sebagai berikut.

  • Betta pugnax (Forest Betta)
  • Betta taeniata (Banned Betta)
  • Betta macrostoma (Bruney Beauty)
  • Betta unimaculata (Golden Slender)
  • Betta picta (Painted Betta)
  • Betta anabantoides (Pearly Betta)
  • Betta edithae (Betta Brederi)
  • Betta foerschi (Purple Saphire Betta)

3. Ikan cupang yang membangun sarangnya dengan busa,
• Betta akarensis (Sarawak Betta)
• Betta coccina (Clorat's Betta)
• Betta bellica (Standard's Betta)
• Betta tesyae (Peaceful Betta)
• Betta smaragdina (Emerald Betta)
• Betta imbelis (Slugger's Betta)
• Betta splendens (Siamese Fighting Fish)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenis-jenis Ikan Cupang yang Perlu Diketahui Sebelum Mengoleksi"

Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved