Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Waduk Ekaguna Diharapkan Bisa Atasi Banjir di Kota Pangkalpinang

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bangka Belitung (Babel) berupaya menyelesaikan dokumen lingkungan pembuatan waduk Ekaguna

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com/rikipratama
Kabid Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bangka Belitung, Arifiyanto 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bangka Belitung (Babel) berupaya menyelesaikan dokumen lingkungan pembuatan waduk Ekaguna yang berada di Selindung, Kota Pangkalpinang.

Kabid Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bangka Belitung, Arifiyanto, mengatakan, tujuan waduk ini dikembangkan untuk penyediaan air baku dan pengendalian banjir di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya.

"Dari Provinsi hanya mendukung untuk pembuatan waduk Ekaguna di Selindung, terkait dokumen lingkunganya karena waduk ini sebagai sumber air baku di Kota Pangkalpiang," jelas Arifiyanto kepada Bangkapos.com, Kamis (5/11/2020) di Kantor DPRD Babel.

Dia menambahkan, pembangunan waduk ini harus dilakukan bersama-sama baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi Babel dan Kota Pangkalpinang.

"Waduk Ekaguna sedang proses pemenuhan readiness criteria pengusulan kegiatan. Sharingnya Balai WS Babel Kementerian PUPR akan meriview perencanaan teknis, Provinsi akan menyusun dokumen lingkungan dan Pemkot melaksanakan penyediaan lahan," katanya.

Kemudian, ia mengatakan untuk konstruksi akan diusulkan melalui Balai wilayah sungai Babel ke APBN.

"Mudah-mudahan 2022, jika readiness criteria pembangunan selesai, usulan kegiatan disetujui, konstruksinya bisa dimulai oleh APBN," katanya.

Dia menegaskan, waduk itu, selain menjadi sumber air baku, tentu untuk pengendali banjir.

"Karena tempatnya bagus kalau tidak salah luas alokasinya mencapai 32 hektar untuk genanganya saja, lintas lainya bisa jadi taman," katanya.

Kemudian, untuk anggaran yang akan digunakan kurang lebih sebesar Rp 40 miliar dari APBN untuk menyelesaikan pembangunan waduk.

"Karena kota ini akan berkembang, harus ada sumber airnya mulai dari sekarang disiapkan, walaupun mungkin belum terpakai sebagain harus kita save dulu, dan kebutuhan air harus tercukupi untuk mendorong investasi," katanya.

Ia menjelaskan dengan adanya waduk ini, diharapkan bisa mendinginkan suhu udara, sehingga tidak terlalu cepat naik. Kemudian di hulu untuk konservasi pengendalian banjir sehingga air tidak langsung tumpah ke hilir.

"Ini sebagai tempat menampung air hujan, sehingga keluarnya bisa diatur seperti di Kacang Pedang intinya untuk penyedian air baku dan pengendalian banjir,"tegasnya.(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved